MATTANEWS.CO, KOTA MALANG – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Malang menggelar Saresehan Ulama Umaro, Ormas Islam dan Pondok Pesantren yang bertempat di Hotel Montana Jalan Tumapel Kota Malang pada Rabu (15/11/2023).
Acara tersebut dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika, Kabag Kesra Pemerintah Kota Malang, H.Mabrur, Ketua MUI Provinsi Jatim Prof Mas’ud Sai’d, Ketua Panitia MUI Kota Malang Drs.KH Ahmad Taufik Kusuma, Wakil Ketua MUI Kota Malang Dr.KH M.Qusyairi, TNI-Polri, tokoh Agama serta perwakilan ormas Islam Kota Malang.
Ketua Panitia MUI Kota Malang Drs.KH Ahmad Taufiq Kusuma mengatakan bahwa kegiatan MUI dalam saresehan tersebut bertujuan untuk terus bersinergi bersama para ulama, umaro, pemimpin agama, pemimpin pemerintahan, tokoh masyarakat, dan para tokoh-tokoh agama bersinergi untuk menjaga dan terus mewujudkan harmonisasi kehidupan di Kota Malang.
“Jadi kami selaku Ketua MUI Kota Malang Bidang Komisi Ukuwah Hubungan Umaro dan Umat Beragama ingin sekali agar harmonisasi kehidupan masyarakat Kota Malang tetap terjaga dan terus kita tingkatkan, oleh karena itu kita undang tokoh agama, tokoh masyarakat, Ulama dan juga dari unsur pemerintah serta pimpinan pondok pesantren,” ucap KH.Ahamd Taufiq.
Pada pembahasan saresehan tersebut mengenai pernikahan dini,pinjaman online, kemiskinan, kabar palestina, dan pemilu damai serta pluralisme, terkait dengan momen mendekati tahun politik yang akan menggelar pesta demokrasi, Dalam hal ini MUI menyatakan bahwa tidak ada hubungan dengan politik.
“Tidak ada, Kami dalam tahun 2023 ini komisi kami mempunyai dua agenda yaitu halal-bihalal Silaturahmi yang kemudian agenda hari ini yang kita susun sejak tahun 2021, kebetulan memang sekarang ini momennya dekat dengan itu, Insyaallah semakin tepat untuk kita mantapkan ikhtiar kita bagaimana mewujudkan Pemilu damai khususnya di Kota Malang dan umumnya di Indonesia,”jelasnya.
Sementara itu Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika yang menghadiri acara MUI Kota Malang menyampaikan bahwa program MUI merupakan program yang sangat diharapkan.
“Jadi ini memang program yang sangat kita harapkan, salah satu program yang menjadi andalan MUI untuk melakukan saresehan seperti ini, paling tidak untuk penyegaran internal untuk pondok pesantren, kemudian beberapa para tokoh agama diundang untuk penyatuan persepsi, apalagi menjelang pilkada ini mungkin perpecahan sudah didepan mata, tapi tadi Tausiyah dari Prof Mas’ud Sa’id luar biasa menunjukan kita bersama semoga itu bisa menjadi pembelajaran untuk kita semua,” tutup Made.(Adv)















