BERITA TERKINI

Terdampak Banjir, 20 Sekolah di Kapuas Hulu Akan Ada Penyesuaian Jadwal Ujian

×

Terdampak Banjir, 20 Sekolah di Kapuas Hulu Akan Ada Penyesuaian Jadwal Ujian

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Sejumlah sekolah tingkat SD dan SMP di Kabupaten Kapuas Hulu akan menghadapi jadwal ulangan. Namun, dalam beberapa hari terakhir, sejumlah kecamatan masih dilanda banjir.

“Pilihan alternatif akan diambil jika masih dalam kondisi banjir, seperti ulangan dari rumah atau penundaan jadwal ulangan,” ungkap Petrus Kusnadi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kapuas Hulu, pada Jumat (1/12/2023).

Kadisdikbud melaporkan bahwa setidaknya ada 20 sekolah terdampak banjir.

“Sementara, dilaporkan hingga saat ini ada minimal 20 sekolah yang melakukan proses belajar mengajar dari rumah karena banjir,” tambahnya.

Kusnadi juga menyebutkan bahwa pelaksanaan ulangan sekolah akan berlangsung mulai dari 4 hingga 9 Desember 2023 nanti. Dia menambahkan bahwa proses belajar mengajar terus dipantau melalui Kordik setempat.

Sebelumnya, pada Rabu (29/11/2023), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kapuas Hulu merinci bahwa sejumlah sekolah diliburkan di beberapa kecamatan. Misalnya, di Kecamatan Bika, terdapat 9 sekolah yang diliburkan, antara lain SDN 03 Melapi Manday, SDN 04Jelemuk, SDN 06 Jongkong Manday, SDN 07 Ujung Pinang, SDN 08 Bika, SDN 09 Patah Sandung, SDN 10 Penyeluang, SMPN 1 Bika, dan TKN Bika.

Sementara itu, di Putussibau Selatan, 2 sekolah diliburkan, yaitu SDN 29 Tanjung Jati dan SDN 3 Teluk Barak. Kemudian, di Bunut Hilir, 3 sekolah diliburkan, termasuk SDN 11 Tanjung Entibab, SDN 14 Tanjung Kapuas, dan SDN 07 Kuala Buin. Dan di Boyan Tanjung, 3 Sekolah terdampak, termasuk SDN 19 Benit, SDN 15 Landau Mentail, dan SMPN 4 Boyan Tanjung.

Kusnadi mengingatkan agar kepala sekolah dan guru terus memantau peserta didik dengan melibatkan orang tua. “Proses belajar tetap dilakukan dengan cara belajar di rumah. Jika kondisi memungkinkan, komunikasi secara online antara peserta didik dan guru bisa terus dilaksanakan,” pesannya.

Tak hanya itu, Kadisdikbud Kabupaten Kapuas Hulu juga menekankan agar aset-aset sekolah tidak diabaikan. Masyarakat juga diminta untuk membantu menyelamatkan aset-aset sekolah yang terdampak banjir.

“Teruskan pembelajaran di rumah. Komunikasi antara guru dan murid tetap dilakukan secara daring, jika memungkinkan. Begitu kondisi daerah pulih, kegiatan belajar mengajar bisa diaktifkan kembali,” pesan Kusnadi.