MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Sejak dihembuskan 2019 oleh Presiden Joko Widodo, berbagai persiapan dilakukan untuk pembangunan Ibu Kota Nusantara. IKN sendiri akan dibangun di Kalimantan Timur.
Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Bambang Susantono mengatakan IKN ini akan mengusung konsep kota hutan yang berkelanjutan (forest city). Bahkan bisa dibilang, IKN ini menjadi pencetus dibangunnya ibu kota Negara dengan konsep forest city tersebut.
“Kondisi ini akan memungkinkan warga Nusantara hidup berdampingan dengan alam,” kata Bambang, belum lama ini.
Dia menyebut hanya 25 persen dari area Nusantara yang akan dibangun. Sementara 75 persen lainnya akan menjadi area hijau, termasuk 65 persen area itu tetap dipertahankan sebagai hutan tropis.
Pemerintah memiliki tekad besar untuk membalikkan deforestasi di kawasan tersebut, dengan cara mengembalikan hutan tropis dan ekologinya yang subur. “Pengembalian hutan tropis akan dimungkinkan melalui proses reboisasi dalam rangka memulihkan ekologi,” kata dia.
Kawasan hutan juga, lanjutnya, akan meningkatkan daya serap air, mengurangi risiko banjir, dan berperan sebagai pengurang karbon. Selain memperhatikan lingkungan, kehadiran hutan di Nusantara akan memungkinkan pemerintah untuk meminimalkan emisi di tengah kota.
Bambang menegaskan bahwa dengan semua keistimewaan tersebut, Nusantara menargetkan akan menjadi kota netral karbon pada tahun 2045. Bambang juga menambahkan bahwa pada COP-27 di Sharm-el-Sheikh November lalu, OIKN dan Asian Development Bank (ADB) meluncurkan studi yang memetakan bagaimana Nusantara menjadi kota yang mendukung net-zero emission.
Studi tersebut menegaskan bahwa pembangunan Nusantara sebagai forest city akan mendorong upaya rehabilitasi yang lebih ambisius di wilayahnya. “Rencana pembangunan Nusantara sudah sejalan dengan Paris Agreement,” jelasnya.
Dia menerangkan bahwa Nusantara merupakan partisipasi aktif Indonesia dalam mendukung inisiatif global untuk mengatasi perubahan iklim.
“Kesuksesan Nusantara tidak hanya menguntungkan Indonesia tetapi juga masyarakat global, dengan menciptakan kota berkelanjutan yang dapat ditiru di seluruh dunia,” kata dia.
Sementara itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendukung OIKN dalam mempersiapkan IKN Nusantara sebagai kota hutan yang berkelanjutan dan kota pintar. Bambang menjelaskan pembangunan IKN tidak bisa diwujudkan tanpa kolaborasi untuk bekerja sama mewujudkan IKN sebagai kota untuk semua.
“Kerja sama ini merupakan momen history making, tidak hanya untuk Indonesia tapi juga dunia,” ucapnya.
UN Resident Coordinator Valerie Juliand mengatakan, kerja sama ini merupakan pertama kalinya dalam sejarah karena mencoba untuk menerapkan poin-poin sustainable development goals (SDGs) pada sesuatu yang masih dikerjakan, yaitu IKN.
“Kesuksesan pembangunan Nusantara sebagai kota pintar dan berkelanjutan nantinya akan menjadi era baru bagi Indonesia,” imbuhnya.
Diharapkan dari kerja sama ini, penerapan SDGs dalam pembangunan IKN sebagai liveable dan loveable city dapat menjadi showcase bagi banyak negara di dunia. (Ardhy Fitriansyah)














