BeritaBERITA TERKINI

Empat Kepala Puskesmas Kabupaten OKI Gugat Bukti Terkait Lakukan Pungli

×

Empat Kepala Puskesmas Kabupaten OKI Gugat Bukti Terkait Lakukan Pungli

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, OKI – Dugaan pungli yang disebut melibatkan Kepala Dinas Kesehatan Iwan Setiawan dan Ketua Forum Kepala Puskesmas Kabupaten Ogan Komering Ilir Muherli memantik polemik di ruang publik.

Kendati tidak ada petunjuk signifikan terkait kebenaran informasi hoax dimana beberapa waktu lalu sempat ditayangkan di portal media daring, namun tidak urung kabar fitnah tersebut berdampak pada kredibilitas Dinas Kesehatan itu sendiri.

Seperti yang dikemukakan sejumlah Kepala Puskesmas ketika ditemui awak media mengutarakan kegusaran atas tudingan tersebut.

Menurut Kepala Puskesmas Pedamaran Timur Dina Mardiana mengungkapkan dirinya beserta ketiga rekannya, yakni Wasilah (Kapus Sungai Menang), Ahmad Rizal (Kapus Sungai Menang), dan Doris (Kapus Pedamaran Timur) yang disebut-sebut sebagai operator sekaligus kolektor penggalangan dana itu, merasa tidak nyaman disaat kabar hoax tersebut mencuat ke permukaan.

Hal itu sendiri, menurut Dina, kabar itu bukan hanya menyangkut nama pribadi, namun juga entitas Dinas Kesehatan turut terseret dalam pusaran isu negatif yang menurutnya dihembuskan oknum yang menghendaki terjadi perpecahan ditubuh instansi yang ditugaskan sebagai perumusan dan pelaksanaan kebijakan operasional di bidang pelayanan kesehatan primer dan pelayanan kesehatan.

“Jujur saja kami berempat cukup terganggu dengan pemberitaan negatif tersebut. Seharusnya konfirmasi terlebih dahulu dengan kami berempat sebagai pihak yang disebut-sebut sebagai kolektor dari pengumpulan dana itu sendiri. Kalau sudah begini kan jadi fitnah,” ujarnya ketika ditemui di Kayuagung, Rabu (31/12/2024).

Mengenai tudingan tersebut, Dina yang didampingi 3 rekan lainnya membantah keras perbuatan yang menurut dia, tidak pernah sama sekali dilakukannya.

Disamping itu, ia justru menggugat agar ditunjukkan bukti sebagai validitas pendukung lainnya. Menurut dia, bila memang benar.

Melibatkan puluhan orang dalam penggalangan dana tidak mungkin tidak menyisakan jejak berupa chat WhatsApp atau catatan panggilan. Terlebih lagi, bisa dibilang agenda rutin hingga beberapa kali dalam sebulan.

“Seandainya kami berempat memang pernah melakukan seperti yang dituduhkan, tolong berikan bukti. Jangan cuma bisa melontarkan fitnah. Terlebih lagi, bisa dibilang sumbangan yang dikutip hingga empat kali dalam sebulan. Masa iya tidak terbukti sama sekali,” pintanya.

Secara gamblang disampaikan Muherli beberapa hari lalu. Dirinya bersama rekan sesama kepala puskesmas ini sendiri, bahwa sejauh ini diakuinya tidak pernah sekalipun terjadi arahan untuk mengumpulkan sejumlah dana secara kolektif atas permintaan Kepala Dinas Iwan Setiawan kepada 33 Kepala Puskesmas.

“Bagaimana mungkin saya disebut koordinator pengumpul dana dari rekan-rekan puskesmas. Sementara yang dituduhkan tidak pernah terjadi sekalipun. Apalagi disebut sebagai kutipan uang rutin setiap bulan,” tandasnya. (Rachmat)