MATTANEWS.CO, OKI-Hanya menyisakan 15 dari 314 desa dipastikan telah tersambung jaringan listrik. Meski demikian Kabupaten Ogan Komering Ilir bersama PLN UP2K Sumatera Selatan terus kejar target agar warga secara keseluruhan hingga ke pelosok dapat menikmati aliran listrik.
Manager PLN S2JB Atikah Dwi Anggraini mengutarakan , berdasarkan data PLN, rasio elektrifikasi wilayah ini sudah mencapai 99.99 persen dan Rasio Desa Berlistik (RDB) sebanyak 95.45 persen.
“Dari keseluruhan hanya tinggal 15 desa yang belum teraliri listrik. Namun demikian, warga memanfaatkan sumber lainnya guna mencukupi kebutuhan sumber daya listrik dengan menggunakan genset,” terangnya saat audensi dengan Bupati OKI, Rabu, (20/2/24) di Kayuagung.
Menurut Atikah,beberapa tantangan yang dihadapi PLN untuk mengalirikan listrik di wilayah OKI antara lain wilayah perairan yang tidak memiliki akses jalan darat maupun jalur yang masuk Kawasan hutan produksi maupun lindung.
“Ini juga menjadi tantangan terkait akses jalan kemudian kemudian soal perizinan karena banyak kawasan di OKI berstatus hutan lindung maupun hutan produksi” terangnya.
Sementara bagi desa di wilayah perairan terang Anggraini PLN mengupayakan penerangan melalui pembangkit isolated/PLTS Komunal.
Tahun 2023 lalu PLN bersama Pemkab OKI tambah dia berhasil menyelesaikan proses perizinan dan mengalirkan listrik pada 11 desa di Kecamatan Sungai Menang, Pedamaran Timur, Cengal dan Jejawi
Penjabat Bupati OKI, Asmar Wijaya mengatakan pertemuan yang dilakukan antara Pemkab OKI dan PLN untuk meneguhkan semangat bersama antara Pemda dan PLN.
Dirinya dengan tegas mengatakan, Pemkab OKI berkomitmen penuh mendukung langkah PLN. Terutama agar akses listrik di OKI seluruhnya dapat dinikmati dengan baik oleh masyarakat.
“Termasuk untuk mengkoordinasikan dengan kementrian terkait agar seluruh akses kelistrikan dapat dilintasi oleh PLN sehingga seluruh desa bisa menikmati teraliri listrik,” tandasnya. (Rahmat)














