BERITA TERKINIHEADLINENUSANTARAPENDIDIKAN

Kesenian Wayang Topeng Malang Perpaduan Antara Bali dan Jawa

×

Kesenian Wayang Topeng Malang Perpaduan Antara Bali dan Jawa

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, KOTA MALANG – Pertunjukan Wayang Topeng Malang gelar konferensi pers, di Amphiteater I (Bioskop I) Malang Creative Center (MCC) lantai 5 Kota Malang, Sabtu (02/3/2024).

Pertunjukan Kesenian Wayang Topeng Malang dengan Kelana Rangga Puspita berperan antagonis akan membawa karakter protagonis atau kebaikan. Hal ini menjadikan alur cerita sangat menarik.

Ki Soleh Adi Pramono Dalang Sutradara, sekaligus pimpinan Padepokan Seni Mangun Dharma, menerangkan jika dalam alur cerita Kalana dengan mencari asal – usul sumber cerita.

“Dan diketemukan dengan penulis buku Antropologi Visual Cerita Rakyat Malang Raya yang tergabung dalam komunitas Jelajah Jejak Malang,” kata Ki Soleh Adi Pramono.

Karya dari Ki Soleh Adi Pramono yang sekaligus dalang wayang topeng Malang seringkali menjadikan artefak arkeologis atau prasasti & sejarah menjadi inspirasi dalam garapannya.

“Pertunjukan ini adalah naskah baru, yang belum pernah digarap. Menceritakan seorang raja dari Medang Gora Bali, Klana Rangga Puspita yang memperjuangkan cinta dari seorang gadis putri Raja Singosari, bernama Dewi Munti,” ujarnya.

Hubungan cintanya tidak direstui oleh ayah Dewi Munti, karena telah dijodohkan dengan Raja Blambangan. Dengan bantuan Siluman Gajah anugerah dari Dewa Siwa, Klana berhasil melarikan Munti melewati Goa Wukir Polaman.

“Dan menikah di Bali. Dalam lakon wayang topeng Malang, (selama ini) tidak ada ceritanya Klana bisa menikah. Sehingga di pertunjukan ini diistilahkan Rabine Klana,” tuturnya.

Sementara itu, Tri Wahyuningtyas sebagai koreografer menyatakan bahwa kesenian Wayang Topeng Malang ini menggabungkan gerakan tari dari Bali dan Jawa sehingga karakteristik yang sangat menarik untuk disuguhkan bagi masyarakat.

“Gerakan dari tari topeng Bali berpadu dengan gerakan tari topeng dari Jawa memang agak sulit, karena tari topeng dari Bali gerakannya sangat keras seperti menarik pundak sedangkan tari topeng dari Jawa lebih maskulin,” tandasnya.