Reporter : Adi
PALEMBANG, Mattanews.co – Setelah sempat berhasil beberapa kali ditingkat Nasional dalam Lomba Keterampilan Siswa (LKS), SMK Muhammadiyah 3 berharap tahun ini kembali berhasil. Semua proses seleksi sudah sampai ditahap Kota saat ini.
“Sekarang ini kita sebagai tuan rumah untuk seleksi tingkat Kota. Semoga siswa kita kali ini sama berhasil seperti tahun-tahun sebelumnya,” jelas Kepala SMK Muhammadiyah 3 Ahmad Berlian Ariansyah SPd saat ditanyai diruang kerjanya, Kamis (17/10/2019).
Dari beberapa tahun lalu sekolah ini sudah mendapatkan juara untuk tingkat Nasional LKS. Dari 2016,2017,2018 berhasil mendapatkan juara kedua tingkat Nasional sedangkan terakhir di Jogja mendapatkan juara ke empat Nasional.
“Saya berharap tahun depan siswa kami kembali bersinar dengan mendapatkan juara kedua atau mungkin pertama ditingkat Nasional nanti,” harapnya.
Ia mengatakan saat ini ada sebanyak 20 cabang lomba untuk LKS ini. Dimana dua kategori dilombakan disekolah ini yaitu lomba cookcing dan lomba restoran servis. Pelaksanaan lomba ini sendiri
sudah dari hari Rabu dan Kamis ini. Dimana pada hari ini akan hadir juga bujang gadis kampus. Nantinya selain melihat berlangsungnya lomba maka tamu ini akan mendapatkan kesempatan mencicipi lezatnya masakan yang dilombakan nanti.
Lebih jauh ia berkata sebetulnya di sekolah ini memiliki 3 jurusan, Perhotelan, tata boga dan disain busana. Untuk lomba sebetulnya sekolah ini bisa menjadi 3 pelaksanaan lomba. Tapi mengingat sekolah lain belum mendapatkan kesempatan menjadi tuan rumah. Maka sekolah ini memberikan kesempatan kepada sekolah lain. Meskipun dari segi sarana dan prasarana sekolah ini lebih baik dari sekolah lainnya.
“Dalam lomba Fashion teknologi siswa kami bersaing disekolah lain. Tapi meskipun demikian kami yakin akan kemampuan siswa kami untuk bisa berhasil,” kata dia.
Dari tahun kemarin sudah menjadi tuan rumah untuk lomba restoran servis. Petugas juri dari luar semua seperti petugas hotel terkemuka dikota ini. Jadi nilai yang didapatkan dari juri murni tanpa ada intimidasi dari pihak manapun.
“Meskipun kami tuan rumah tidak akan berlangsung curang. Semua nilai harus objektif agar tidak ada siswa yang dirugikan,” tegasnya.
Sementara itu salah satu juri untuk lomba restoran servis dari golden sriwijya boolroom dan mamaison restaurant Rika mengatakan, penilaian untuk servis restoran sangatlah kompleks mulai dari penataan piring dan alat maka. Sampai ke detail meja maka mendapatkan penilaian.
Seperti saja meja jika ada bagian kain untuk meja yang menyentuh lantai maka itu sudah salah total dan tidak mendapatkan poin. Ada juga peletakan sendok dan pisau yang sudah dibersihkan diletakkan ketempat sendok bersih. Kemarin ada yang salah meletakkan sendok bersih ketempat sendok kotor.
Sebetulnya penilaian ini sangatlah muda hanya salah dan benar saja. Tapi juga dinilai ketepatan dan waktu pengerjaan setiap tugas yang diberikan.
“Kita juga menilai kemahiran siswa dalam melakukan setiap tugas. Jadi siswa sudah terampil tanpa ada salah kemungkinan akan terampil juga,” jelas dia.
Editor : Anang














