BERITA TERKINIHEADLINEHUKUM & KRIMINAL

Terungkap, FR Kesal Karena Gaji Sering ‘Dimainkan’ Suami Korban

×

Terungkap, FR Kesal Karena Gaji Sering ‘Dimainkan’ Suami Korban

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Terungkap, pelaku pembantaian Ibu dan Anak, Wasilah (41) dan Farah (17), di Jalan Tanjung Bubuk Lorong Karya Baru RT 03/03 Kelurahan Bukit Baru, Kecamatan Ilir Barat I Palembang, Senin (15/4/2024) dilakukan FR, berlatar kesal karena gajinya kerap ‘dimainkan’ oleh suami korban, Anung Kurniawan (41), Selasa (16/4/2024).

Tersangka akhirnya menyerah, setelah petugas gabungan Jatanras Polda Sumsel dan Unit Pidum Satreskrim Polrestabes Palembang mengepung tempat persembunyiannya. Dari gorong dan semak belukar, rekan kerja suami korban itu diringkus.

“Saya kesal dengan suami korban pak. Dia kerap mempermainkan gaji. Saya harus mengemis-ngemis dulu baru dibayarkan,” tutur FR lirih.

Kekesalan FR memuncak saat Anung membayarkan gaji diluar dari kesepakatan.

“Kami mendapat borongan motong pohon dengan janji gaji Rp 3,5 juta, namun belakangan dia memberikan kepada bapak saya Rp 1,5 juta. Sejak itu saya pergi ke Pekanbaru dan kerja disana hanya satu bulan saja,” urainya.

FR menjelaskan, awalnya dirinya hanya ingin membunuh suami korban, tapi keburu ribut dengan korban.

“Rencana saya datang ke rumah korban untuk bertemu suaminya, tapi karena tidak ada di rumah, saya dan korban terlibat cekcok mulut. Kesal saya membacok kepala korban dengan alat balincong baja (alat pemecah batu_red) yang saya ambil dari rumah korban,” ungkap FR.

Saat pembantaian itu terjadi, lanjut FR, dirinya mengunci pintu garasi dari dalam.

“Saya kesana ditemani dua teman, HN menggunakan dua motor, satu ojek online. Saat menghabisi nyawa mereka saya sendirian, HN hanya mengawasi dari luar saja. Saya sudah kalap pak, ditambah lagi melihat anak korban menghubungi ayahnya. Lantas saya ambil pisau dari dapur rumah korban dan menusukkannya,” urai FR.

FR menceritakan, usai menghabisi dua nyawa sekaligus, dirinya terdengar Anung pulang ke rumah dengan masuk mendobrak pintu garasi.

“Saat Anung pulang, saya masih ada di dalam rumah. Mendengar dia mendobrak garasi, saya keluar melalui pintu dapur, kemudian meloncati tembok. Saya sempat sembunyi di rumah kosong tidak jauh dari lokasi dan mengganti baju saya. Setelah jam menunjukkan pukul 18.00 WIB barulah saya keluar,” pungkasnya.