Reporter : Adi
PALEMBANG, Mattanews.co – Data merupakan kebutuhan yang mesti akurat dalam penyampaiannya. Sebab jika data dikeluarkan salah maka akan berdampak pada hasil dari kerja selanjutnya.
“Saat ini saja masih ada data antar instansi yang masih simpang siur. Satu mengeluarkan lain satunya juga mengeluarkan data lain. Ini akan berakibat pada kerja selanjutnya dilapangan. Saya berharap kedepannya jangan lagi ada kesalahan data yang dikeluarkan,” kata Asisten Administrasi Umum Pemprov Sumsel Prof Dr Edwar Juliarta saat membuka kegiatan Sosialisasi Statistik sektorial dengan tema “Membangun Sumsel Satu Data Kita Bangun Sumsel untuk Semua” di Hotel Santika Radial Palembang Senin (21/10/2019).
Ia mengatakan jika semua instansi baik yang vertikal dan horizontal. Mengeluarkan data yang sama maka tidak ada lagi yang mis komunikasi kedepannya. Jadi proses dari data yang ada saat di eksekusi dilapangan dapat sepenuhnya efektif.
Selain itu kinerja dari pemerintah juga perlu disosialisasikan. Bukan berarti pemerintah saat ini doyan publikasi. Tapi agar masyarakat mengetahui kerja dari pemerintah saat ini. Jadi masyarakat bisa menilai dan melakukan kontrol jika terjadi kesalahan di sistem yang ada di pemerintahan.
“Jadi jangan langsung mengambil kesimpulan pemerintah tidak bekerja jika terdapat kesalahan. Tentu saya juga tidak menyalahi inspirasi dari masyarakat tapi masyarakat juga harus tahu apa saja yang sudah dilakukan oleh Gubernur,” jelas dia.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kominfo Provinsi Sumsel H Achmad Rizwan SSTP MM mengatakan, sosialisasi ini diadakan bertujuan membangun kesamaan pemahaman dalam penyelenggaraan statistik sektoral dengan BPS selaku Pembina data, Dinas Kominfo selaku Walidata dan Perangkat Daerah selaku produsen data dalam rangka menghasilkan data yang berkualitas berdasarkan standar data dan metadata yang baik untuk bersama-sama menyukseskan Satu Data Indonesia dan Sumsel Satu Data.
Menurut Rizwan, pemanfaatan data statistik sektoral ini menjadi instrumen penting dalam melihat keberhasilan program-program yang telah dilaksanakan, seperti keberhasilan program kerja 1 Tahun kepemimpinan Gubernur Sumsel bulan Oktober 2018 – oktober 2019 antara lain Penurunan Angka Kemiskinan dari 12,80 % menjadi 12,71 % turun 0,09 % dalam waktu 1 tahun, Pada triwulan ke II 2019 ini Jalan Mantap/Mulus sebesar 72 ,71 % atau 1.100 Km akhir Desember 2019 ini kondisi jalan mantap/mulus akan semakin meningkat dan pemberian bantuan keuangan kepada Kab/Kota Se- Sumsel untuk pembangunan infrastruktur serta pengaktifan kembali Pembantu Pengawal Pencatat Nikah (P3N) dengan nama Petugas Pembantu Urusan Keagamaan Desa dan Kelurahan (P2UKD) di Sumsel.
“Program ini bisa terlaksana dengan baik karena kita mempunyai data berkualitas yang menjadi dasar dalam perumusan kebijakan, data kondisi sebelum dan kondisi sesudah program ini di jalankan untuk menentukan tingkat keberhasilan program tersebut,” jelas dia.
Editor : Anang














