Reporter : Sandi
TULANG BAWANG, LAMPUNG, Mattanews.co – Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kampung Sukarame Kecamatan Meraksa Aji Kabupaten Tulang Bawang. Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kampung Sukarame Kecamatan Meraksa Aji Kabupaten Tulang Bawang.
Musrenbang pembahasan tahun anggaran 2020 ini dihadiri dari perwakilan Kecamatan Meraksa Aji, Kepala Kampung Sukarame, BPK, LPMK, Karang Taruna, Kepala Sekolah SD, Kepala Sekolah Mts, Kesehatan, PKK, tokoh Masyarakat, tokoh Agama, Sekretaris Kampung beserta jajaran pemerintah Kampung, Kasun, RT, RW, dan beberapa masyarakat.
Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB pagi tadi membahas serta usulan untuk
MUSRENBANG tahun anggaran 2020,adapun tempat di gelarnya acara tersebut di balai kampung Sukarame, Selasa (22/10/2019).
Musrenbang adalah forum musyawarah tahunan stakeholders Kampung atau pihak yang berkompetensi untuk mengatasi permasalahan Kampung dan pihak yang akan terkena dampak hasil musyawarah, untuk menyepakati rencana kegiatan tahun anggaran berikutnya.
Musrenbang dilaksanakan dengan memperhatikan rencana pembangunan yang di prioritaskan untuk kepentingan masyarakat, kinerja implementasi rencana tahun berjalan serta usulan dari masyarakat yang di serap dari hasil Musawarah Dusun (Musdus) dan di sampaikan dalam forum musyawarah tahunan,yang menggambarkan permasalahan nyata yang sedang dihadapi.
Dalam sambutannya Supri sebagai Sekertaris Kampung Sukarame menjelaskan untuk Musrenbang tahun ini, prioritas usulan tahun 2020 dan ini sudah di gelar di setiap dusun jadi hari ini tinggal pemantapan dari masing-masing usulan yang di sampaikan melalui musyawarah dusun (Musdus), mana yang akan di prioritaskan masuk ke dalam Rencana Kerja Pembangunan (RKP) Kampung tahun 2020. Adapun beberapa usulan yang masuk kedalam prioritas pada pembangunan tahun 2020.
“Jadi jangan khawatir bapak/ibu, bahwa usulan dari bapak/ibu itu akan terlaksana secara bertahap itu tetap akan di laksanakan selama Dana Desa (DD) itu masih bergulir dan ini akan di tuangkan ke dalam rencana pembangunan jangka menengah Desa/Kampung(RPJMDes),” terangnya.
Semua usulan dari setiap dusun itu, sambungnya, akan dimasukan dan akan dikonsep dalam satu buku panduan dan itulah yang akan menjadi panduan untuk pelaksanaan pembangunan Kampung di tahun-tahun berikutnya selama lima tahun ke depan.
“Dan ini nanti akan di buat suatu berita acara usulan-usulan yang di prioritaskan dan masuk ke dalam Rencana Kerja Pembangunan (RKP) dan tahap berikutnya akan di buat APBKamp oleh pemerintah Kampung bekerjasama dengan BPK untuk pelaksanaan di tahun 2020,” jelas dia.
Jadi usulan tidak hanya fokus pada usulan fisik saja, bapak/ibu apa bila ada usulan pelatihan agar sekiranya bisa di usulkan,baik itu pelatihan sanggar tari atau pun pembuatan kerajinan agar bisa di usulkan sehingga bisa menambah usaha ekonomi kreatif yang ada.
Untuk ekonomi kreatif tahun 2019 ini telah berjalan tiga kelompok yaitu, budidayaan ikan lele, untuk ibu PKK, sewa alat prasmanan, dan untuk pemuda Karang Taruna di siapkan kolam tambang pasir di RK 1.
“Itu sudah mulai berjalan dan di harapkan untuk semua masyarakat agar bersama sama memajukan usaha ekonomi kreatif di kampung kita,” tandas.
Editor : Anang














