Reporter : Sandi
TULANG BAWANG, LAMPUNG, Mattanews.co – Kabut asap Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menyelimuti Kampung Gedung Aji/Kampung Penawar Kecamatan Gedung Aji, Kabupaten Tulang Bawang sejak Selasa malam, sehingga warga mengeluhkan kondisi karena dapat berdampak mengalami sesak napas.
Pantauan awak media, kabut asap terlihat cukup pekat malam hingga pagi hari, kabut asap pun diketahui mulai masuk Kampung Gedung Aji/kampung Penawar saat sore hari hingga pagi hari.
“Dari tadi malam hingga pagi ini kabut asap pekat sekali, mata perih dan sesak napas,” terang salah satu warga Oky saat ditemui awak media di rumahnya Kampung Penawar, Kecamatan gedung Aji Kabupaten Tulang Bawang, Rabu (22/10/2019).
“Jarak pandang juga menjadi terbatas karena di selimuti kabut asap, jangankan di luar rumah, di dalam rumah saja mata terasa sangat pedih kita yang sudah besar aja mengeluh apalagi anak-anak yang masih kecil,” tambahnya.
Sementara, jika melihat kualitas udara di Kampung Gedung Aji/Penawar Kecamatan Gedung Aji, Kabupaten Tulang Bawang tercatat malam hingga pagi ini status udara tidak sehat, sehingga banyak warga mengurangi aktivitas di luar rumah.
Oky menyebutkan, penyebab banyaknya kabut asap ini karena adanya kebakaran hutan atau lahan mengingat di musim kemarau ini sangat rentan sekali terjadinya kebakaran hutan atau lahan di seputaran wilayah Kampung Gedung Aji/Penawar terutama hutan yang ada di seberang sungai Tulang Bawang, Kecamatan Gedung Aji, Kabupaten Tulang Bawang.
Banyaknya hutan dan lahan yang terbakar baik yang sengaja di bakar atau pun tidak di sengaja telah banyak merugikan kesehatan masyarakat banyak.
Selain menghambat aktifitas dan berbagai macam kegiatan, kabut asap juga dapat meyebabkan terjadinya berbagai penyakit di antaranya dapat menyebabkan Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).
“Diharapkan agar pemerintah agar dapat menindak tegas para pelaku KARHUTLA dan dapat menyelesaikan permasalahan KARHUTLA agar terciptanya suasana nyaman dan hidup sehat bagi masyarakat dan terhindar dari berbagai penyakit,” ucap Oky.
Editor : Anang














