MATTANEWS.CO, OKI – Sejak diumumkan akan maju mendampingi Muhammad Djakfar Shodiq sebagai calon Wakil Bupati Ogan Komering Ilir, Abdiyanto Fikri kerap menjadi target fitnah.
Namun, dengan sikap tenang dan penuh kesabaran, Abdiyanto menanggapi serangan tersebut. “Mungkin itu gaya mereka, tapi tidak dengan kami,” ujarnya, Minggu (30/6/24).
Menurut Abdiyanto, fitnah dan isu negatif memang sering mewarnai tahun politik, terutama menjelang pemilihan serentak 2024 di mana ia menjadi salah satu kandidat.
Dia terus mengingatkan para relawan, simpatisan, dan timnya untuk tidak terprovokasi dan ikut menyebarkan kebohongan. “Kalau kita juga menyebarkan isu-isu negatif dan hoax, lalu apa bedanya kita dengan mereka,” tandasnya dengan tegas.
Abdiyanto menambahkan, berbagai isu miring sudah banyak beredar di media sosial tentang dirinya. Mulai dari rumor mengenai mobil dinas yang digunakan untuk drag race hingga foto-foto karaoke bersama seorang wanita. “Foto ini juga pernah beredar saat kami mencalonkan diri pada Pilkada 2018 lalu dan sekarang muncul lagi,” ucapnya dengan nada prihatin.
Meskipun tidak mengetahui asal-usul foto tersebut, Abdiyanto memilih untuk tidak mempersoalkannya. Ia percaya bahwa masyarakat sudah cukup cerdas untuk menilai. “Semakin banyak isu dan fitnah yang ditujukan kepada kami, itu tandanya ada ketakutan dari pihak lawan. Cukup hadapi dengan senyuman dan jangan lupa bahagia,” katanya dengan senyuman penuh arti.
Abdiyanto mengimbau masyarakat untuk tidak terpancing oleh isu-isu yang menyesatkan dan mengajak semua pihak untuk berpolitik dengan santun tanpa saling menjatuhkan. “Sekarang saatnya beradu gagasan dan program kerja tanpa harus menjatuhkan. Saya percaya, siapapun calon bupati dan wakil bupati yang berkompetisi pasti ingin yang terbaik untuk masyarakat,” tuturnya dengan optimisme.
Sementara itu, Ketua Partai Ummat Kabupaten OKI, Trisno Okonisator, memberikan tanggapannya terkait isu yang menimpa Ketua DPRD OKI. Menurut Trisno, memang banyak isu-isu negatif yang tidak jelas kebenarannya muncul, terutama setelah Abdiyanto menyatakan maju sebagai wakil bupati.
Ia mengutarakan, tidak perlu gegap gempita dalam memuji keberhasilan jika infrastruktur di Kabupaten OKI masih bermasalah,
“Jangan salah, ini juga merupakan dosa masa lalu sang ayah yang selalu dibangga-banggakan. Padahal orang yang mereka dukung juga merupakan anggota DPRD Provinsi dan bahkan menjabat salah satu pimpinan di DPRD Sumsel. Kenapa tidak terpanggil untuk memperbaiki jalan rusak tersebut? Ayahnya juga duduk di Senayan, apa yang sudah dia perbuat selama menjadi wakil rakyat?” kritiknya.
Trisno yakin bahwa Abdiyanto, sebagai seorang politisi tulen, tidak akan terpengaruh oleh isu-isu tersebut. Ia juga menyoroti kritik-kritik yang tidak adil, seperti pertanyaan mengenai kontribusi Abdiyanto selama di DPRD, terutama terkait kondisi jalan rusak.
Ia mengajak semua pihak untuk bertarung secara baik dan benar dengan adu gagasan dan program, agar masyarakat semakin cerdas dalam berpolitik.
“Kalau politik saling menjatuhkan sudah tidak zaman, bos. Justru semakin dihujat, pendukungnya akan semakin banyak,” tuntasnya.














