NUSANTARA

Bus Milik UNITA Kecelakaan Maut di Tol, Jawaban Blak-blakan Dilontarkan Dishub Tulungagung

×

Bus Milik UNITA Kecelakaan Maut di Tol, Jawaban Blak-blakan Dilontarkan Dishub Tulungagung

Sebarkan artikel ini
Kepala Dishub Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Drs. Johanes Bagus Kuncoro, M.Si., saat dikonfirmasi awak media diruang kantornya, Rabu (9/10) Foto:Ferry Kaligis/mattanews.co

MATTANEWS.CO TULUNGAGUNG,- Insiden kecelakaan maut yang terjadi di Rest Area KM 725 jalur A Tol Surabaya-Mojokerto, Senin (7/10/2024) lalu, melibatkan bus Universitas Tulungagung (UNITA) yang membawa rombongan para guru Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kedungwaru, akhirnya Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur melontarkan jawaban secara blak-blakan.

Hal itu dikatakan Kepala Dishub Kabupaten Tulungagung, Drs. Johanes Bagus Kuncoro, M.Si., kepada awak media saat ditemui di kantornya, Rabu (9/10/2024).

“Kami juga turut berbela sungkawa kepada korban yang meninggal atas insiden kecelakaan maut yang membawa rombongan para guru SMAN 1 Kedungwaru,” ucap Bagus lebih akrab disapa.

“Saya sampaikan bahwa bus UNITA yang alami kecelakaan itu belum melakukan uji KIR,” imbuhnya.

Mantan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Tulungagung ini menambahkan, seharusnya bus UNITA itu sudah melakukan uji KIR kendaraan pada 4 Oktober 2024. Menurut catatannya, terakhir melakukan uji KIR pada April lalu.

Kejadian kecelakaan itu terjadi pada Senin 7 Oktober 2024 di Tol Krian Mojokerto, sambung dia, menurut keterangan dari pihak kepolisian diduga karena rem blong pada bus tersebut.

“Atas insiden itu, kami menyebut bukan adanya rem blong pada bus melainkan kegagalan pada sistem kendaraan,” tambahnya.

“Kegagalan sistem itu sendiri sebenarnya dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya tidak berfungsinya elemen pada kendaraan dengan baik. Hal ini terjadi bisa karena driver atau sopir tidak memahami fungsi onderdil dengan baik,” sambungnya.

“Disamping itu karena faktor human eror dan lingkungan dimana kendaraan itu dijalankan, juga dapat menjadi alasan penyebab terjadinya kecelakaan,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, insiden kecelakaan maut itu terjadi pada Senin 7 Oktober 2024 terjadi di Rest Area KM 725 jalur A Tol Surabaya-Mojokerto melibatkan sebuah bus milik UNITA membawa rombongan para guru SMAN 1 Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung.

Adapun ketujuh guru dan satu sopir korban kecelakaan bus rombongan guru SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung masih menjalani perawatan di RSUD dr Iskak Tulungagung.

Adapun lima diantara mereka harus menjalani operasi karena mengalami patah tulang, seperti tulang kaki, tangan dan punggung.