NUSANTARA

BLK Disnakertrans Tulungagung Ujung Tombak Asta Cita Presiden Prabowo, Tragis Kondisi Memprihatinkan

×

BLK Disnakertrans Tulungagung Ujung Tombak Asta Cita Presiden Prabowo, Tragis Kondisi Memprihatinkan

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Agus Santoso usai mengecek kondisi gedung BLK setempat, Selasa (24/12) Foto:Ferry Kaligis/mattanews.co

MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG,- Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur, Agus Santoso menyebut, Balai Latihan Kerja (BLK) Disnakertrans sebagai ujung tombak implementasi program Asta Cita Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto. Kendati demikian, sungguh tragis kondisinya, sangat memprihatinkan.

Implementasi Asta Cita, kata Agus, ada tiga misi sangat berkorelasi dengan Disnakertrans Kabupaten Tulungagung dalam hal ini berkaitan dengan BLK diantaranya seperti penciptaan lapangan kerja, peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), dan membangun dari Desa. Dalam rangka mewujudkan hal itu sangat dibutuhkan fasilitas sarana dan prasarana serta gedung yang nyaman ditempati.

“Kami sadar BLK Disnakertrans Tulungagung sebagai ujung tombak program Asta Cita Pak Presiden Prabowo Subianto, kondisi saat ini justru keadaan gedung yang berlantai 2 ini kurang representative kurang nyaman. Bahkan, kondisi cat di tembok nampak sudah pudar, banyak saluran listrik tidak menyala, dan ada beberapa ruang kelas kondisi atap bocor,” ucapnya.

“Selain itu juga sarana praktik sangat kurang dan yang ada sudah sangat ketinggalan dalam hal tehnologi,” imbuhnya.

Pernyataan itu dikatakan Mantan Camat Rejotangan Kabupaten Tulungagung saat dijumpai media online nasional mattanews.co di ruang kantor setempat, Selasa (24/12/2024) Pagi.

Agus menambahkan kondisi gedung BLK Disnakertrans sebenarnya sudah pernah dilakukan sidak pada tahun 2023 oleh Gatut Sunu Wibowo saat itu masih menjabat sebagai Wakil Bupati Tulungagung.

“Setelah sidak oleh Pak Gatut Sunu saat itu menjabat Wabup Tulungagung (Sekarang Bupati Tulungagung Terpilih) lalu Beliau mengupayakan agar segera dilakukan rehab disiapkan anggaran 750 juta rupiah bersumber dari APBD,” tambahnya.

“Tapi waktu itu terjadi salah perencanaan maka tidak bisa terserap akhirnya anggaran dikembalikan ke kas daerah tahun 2024. Meskipun demikian, dana itu tidak otomatis kembali pada tahun anggaran berikutnya tapi melalui usulan kembali,” sambungnya.

“Maka, untuk tahun anggaran 2025 kami telah mengusulkan kembali dan sampai saat ini belum ada anggaran tersebut. Tapi, kabar baik atas petunjuk Pak Sekda (Tri Hariadi) untuk menghubungi Bappeda dan dijanjikan pada saat perubahan penjabaran bulan Februari tahun 2025. Mudah-mudahan itu bisa terealisasi, karena memang sangat urgen sekali,” katanya menambahkan.

Lebih lanjut Agus menjelaskan bahwasanya dari hasil pelatihan bisa dibantukan kepada masyarakat, dan untuk jenisnya pun bisa menyesuaikan.

Bahkan, jelas dia, saat ia melakukan pengecekan di lantai dua gedung BLK sempat bertemu dengan salah satu instruktur saudara Lukman sekaligus menceritakan keresahan yang selama ini sudah dialaminya itu.

“Kurang lebih keresahan Instruktur (Lukman) itu sama dengan apa yang saya sampaikan bahwa kondisi beberapa ruang pelatihan banyak terjadi atap bocor sehingga air hujan jatuh mengenai komputer maupun perangkat lainnya seperti kursi dan meja basah semuanya,” pungkasnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Agus Santoso usai mengecek kondisi gedung BLK setempat, Selasa (24/12) Foto:Ferry Kaligis/mattanews.co