BERITA TERKINIHEADLINENUSANTARA

Menyimpan Banyak Sejarah, 2 Bangunan Unik Masyarakat Tionghoa di Pasar Merdeka Putussibau Berusia Ratusan Tahun

×

Menyimpan Banyak Sejarah, 2 Bangunan Unik Masyarakat Tionghoa di Pasar Merdeka Putussibau Berusia Ratusan Tahun

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Daerah yang disebut dengan Pasar Merdeka Putussibau, Ibukota Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat, ternyata memiliki ciri khas tersendiri, karena merupakan kompleks yang dihuni oleh masyarakat Tionghoa yang sudah lama menetap, baik sebagai tempat tinggal maupun tempat usaha terbesar di Kabupaten Kapuas Hulu, khususnya wilayah Kota Putussibau.

Keberadaan Pasar Merdeka Putussibau ini terletak ditepian Sungai Kapuas yang dulunya sebagai pusat perekonomian masyarakat Putussibau hingga sekarang.

Menelusuri sejarah Pasar Merdeka Putussibau, ada sebuah kesan unik yang menyimpan banyak sejarah, salah satunya bentuk bangunan rumah yang ada di daerah tersebut.

Ada dua rumah unik dari Pasar Merdeka ini, rumah yang masih berdiri kokoh dengan kayu ulin atau kayu belian menjadi sejarah ratusan tahun lalu yang tidak tergerus oleh perkembangan jaman.

Rumah yang masih di tempat tinggali di rawat dan ditata rapi, salah satunya milik Bong Lie Lungo (82).

Bong Lie Lungo menceritakan rumah yang ditempatinya itu diperkirakan sudah berusia ratusan tahun yang lalu, dimana rumah tersebut sebuah peninggalan dari orang tuanya yang sudah berusia berkisar 170 tahun.

“Untuk rumah ini, saya kecil sudah ada dengan model yang sama tidak ada yang berubah sedikit pun mulai dari tiang rumah tanpa sambungan dan tidak menggunakan paku, atap dan lantai dari kayu,” ungkap Bong Lie, kepada wartawan.

Bong Lie mengungkapkan, secara fisik aslinya, bangunan rumah yang sama seperti peninggalan orang tua terdahulu itu di Pasar Merdeka Putussibau sudah tidak banyak, hanya tinggal 2 buah rumah, yaitu miliknya dengan rumah disebelah rumahnya, karena bangunan lainnya sudah direnovasi mengikuti perkembangan zaman.

“Saya sendiri tidak ingin merubah apapun bentuk dari rumah, karena rumah ini adalah sebuah peninggalan yang memiliki banyak cerita dan sampai hari ini masih menjadi saksi sejarah bagaimana awalnya bangunan asli masih ada dan bisa dilihat dari generasi ke generasi,” tutur Bong Lie.

Apa yang disampaikan Bong Lie ini memang benar, sebuah bangunan rumah unik peninggalan orang tuanya yang sudah berusia ratusan tahun ini merupakan warisan sejarah yang sarat makna.

Menurut Bong Lie, sebuah rumah tua ini menjadi saksi perjalanan waktu. Rumah unik ini juga bukan sekadar bangunan tua, tetapi juga cerminan perjalanan sejarah dan identitas budaya Tionghoa di tanah perantauan.

“Meski zaman terus berubah, rumah ini tetap berdiri tegak, mengajarkan kita tentang pentingnya menjaga warisan dan nilai-nilai leluhur yang telah membentuk kehidupan hingga saat ini,” ujar Bong Lie.