BERITA TERKINIHEADLINEPEMERINTAHAN

Menjelang 100 Hari Kerja, Program Solok Bersih Jadi Fokus Utama

×

Menjelang 100 Hari Kerja, Program Solok Bersih Jadi Fokus Utama

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, SOLOK – Dalam rangka menyukseskan 100 hari kerja Bupati Solok Jon Firman Pandu dan Wakil Bupati H. Candra, Program Solok Bersih menjadi salah satu prioritas utama. Program ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan nyaman bagi masyarakat Kabupaten Solok.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Solok, Asnur, menegaskan bahwa keberhasilan Program Solok Bersih sangat bergantung pada dukungan semua pihak, termasuk pemerintah daerah, nagari, serta masyarakat.

“Harapan saya ke depan, Bapak Bupati dan Wakil Bupati dapat lebih memprioritaskan Program Solok Bersih sebagai program unggulan daerah. Untuk mewujudkannya, tentu diperlukan dukungan anggaran yang memadai, baik untuk pengadaan sarana dan prasarana seperti truk sampah, kontainer, bak sampah, serta gerobak sampah, maupun untuk kegiatan peningkatan kapasitas dan edukasi masyarakat agar memiliki kesadaran dalam mengelola sampah dengan baik,” ujar Asnur.

DLH Kabupaten Solok juga menyoroti pentingnya regulasi yang lebih tegas di tingkat nagari, seperti peraturan nagari tentang pengelolaan sampah. Selain itu, penambahan sumber daya manusia atau petugas sampah menjadi kebutuhan mendesak agar seluruh wilayah Kabupaten Solok yang terdiri dari 74 nagari dan 14 kecamatan dapat terlayani dengan baik.

Sebagai bentuk dukungan terhadap Program Solok Bersih, DLH terus menggalakkan kegiatan gotong royong yang melibatkan pemerintah nagari maupun kecamatan. Pembersihan lingkungan, termasuk pemotongan rumput di lokasi-lokasi strategis, dilakukan secara rutin. Salah satu contoh nyata adalah keterlibatan DLH dalam kegiatan Solok Tertib (Solotib) di Komplek Islamic Center, yang melibatkan pimpinan masjid, jajaran pengurus, serta OPD terkait dalam aksi pembersihan bersama.

Dalam mendukung Program 100 Hari Kerja Bupati dan Wakil Bupati, DLH semakin mengintensifkan petugas di lapangan. Pelayanan pengangkutan sampah dilakukan secara rutin di pasar, perumahan, serta titik-titik layanan yang telah memiliki perjanjian kerja sama dengan DLH. Penyisiran di sepanjang jalan juga dilakukan untuk mengatasi tumpukan sampah yang dibuang oleh oknum tidak bertanggung jawab. DLH bekerja sama dengan wali nagari dan camat untuk mengidentifikasi lokasi-lokasi penumpukan sampah agar dapat segera ditangani.

Salah satu tantangan utama dalam pengelolaan sampah di Kabupaten Solok adalah belum tersedianya Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di seluruh nagari. Keberadaan TPS sangat dibutuhkan sebagai tempat penampungan sebelum sampah diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Tanpa TPS, masyarakat tidak memiliki lokasi yang jelas untuk membuang sampah, sehingga berisiko menimbulkan tumpukan sampah liar di jalanan.

Namun, keterbatasan sarana, prasarana, serta jumlah armada dan petugas sampah masih menjadi kendala utama. Oleh karena itu, DLH mengajak nagari dan kecamatan untuk membentuk Satuan Tugas (Satgas) Sampah. “Kami berencana mengawali langkah ini dengan menerbitkan surat tugas sebagai landasan awal sebelum mengusulkan regulasi lebih lanjut dalam bentuk peraturan bupati,” tambah Asnur.

Dengan kerja sama semua pihak, DLH Kabupaten Solok optimistis bahwa pengelolaan sampah dapat lebih tertata, sehingga lingkungan yang bersih dan sehat dapat terwujud bagi masyarakat Kabupaten Solok.