Reporter: Muhammad Sidik
SERGAI, Mattanews.co – Bupati Serdang Bedagai (Sergai), H.Soekirman resmikan kampung Ibus menjadi Kampung Budaya Jawa, di Desa Sei Rampah Kecamatan Sei Rampah, Jum’at (15/11/2019)
Kadispora Parbud Sergai, Sudarno mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk melestarikan budaya Jawa di Sergai. Dalam pelaksanaannya telah dilakukan beberapa kegiatan guna pembentukan Kampung Budaya Jawa di Kampung Ibus Desa Sei Rampah
“Antara lain peninjauan lokasi Kampung Ibus guna ditetapkan sebagai Kampung Budaya, disusul pembentukan Struktur Kampung Budaya Jawa, penyerahan bibit tanaman buah dan apotik hidup, penyerahan bantuan pakaian adat, pembuatan gapura Kampung Budaya Jawa, see a peliputan peresmian Kampung Budaya Jawa,” katanya.
Tokoh Masyarakat Jawa, Misnan menyampaikan rasa bangga dan hormatnya atas dipilihnya Kampung Ibus sebagai Kampung Budaya Jawa pertama di Sergai.
“Secara sejarah, suku Jawa pertama kali menginjakkan kakinya di Sergai ini di masa Kerajaan Melayu pada 1908 lalu,” katanya
Ucapan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Sergai yang telah memperhatikan sarana infrastruktur jalan, dalam rangka mempersiapkan terbentuknya Kampung Ibus sebagai Kampung Budaya.
“Serta kepada seluruh masyarakat Kampung Ibus yang telah bergotongroyong mempersiapkan segalanya hingga terlaksananya kegiatan hari ini,” ucapnya
Selanjutnya apresiasi dan kebanggaan kepada para remaja yang begitu menggugah dan berfikir maju ke depan dalam melestarikan budaya khususnya budaya Jawa di Sergai.
Bupati Sergai, H Soekirman mengungkapkan, Sergai saat ini memiliki jargon ataupun kampanye “Pataya” yaitu Pangan, Pertanian dan Budaya yang harus diingat khususnya kaum muda.
“Dalam hal Pangan, karena kita hidup harus makan kita kerja untuk mendapatkan makanan. Saya ingat pada tahun 1989 lalu saya telah membantu daerah ini membenahi saluran irigasi agar masyarakat desa ini dapat mudah dalam mendapatkan pengairan lahan pertanian,” ujarnya.
Dalam hal Pariwisata, dirinya beberapa waktu lalu bertemu pejabat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang dipertemukan dengan bintang film nasional. Dalam pertemuan itu dibahas kemungkinan pembuatan film layar lebar di Sergai.
“Tentu pertanyaannya adalah yang ingin ditunjukkan dan ditonjolkan apa, serta SDM yang mendukung. Jika hal ini terwujud, tentu daerah kita ini akan terkenal menjadi objek wisata seluruh Indonesia akan menonton,” ungkapnya.
Hal itu menurutnya, menjadi tanda-tanda bahwa Serdang Bedagai akan terkenal, dan semuanya diawali di Kampung Ibus.
“Ada 10 upaya melestarikan keunggulan budaya kita sesuai UU Nomor 5 Tahun 2017 antara lain yaitu lisan (kata-kata), manuskrip (naskah-naskah kuno), adat, ritus (cara beribadah), pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, permainan rakyat seperti gobak sodor, patok lele, serta lainnya dan yang terakhir olahraga tradisional yang kita harapkan di Kampung Ibus ini akan hidup sebab karena disini banyak tokoh dan anak-anak muda yang potensinya sangat luar biasa,” pungkasnya.
Hasil pantauan Mattanews.co acara diisi dengan penandatanganan Prasasti Kampung Budaya Jawa, Penyerahan 45 set Pakaian Wayang Orang dari Kementerian Sosial RI yang diserahkan Bupati Soekirman kepada Tokoh Budaya Jawa H. Poniman, peninjauan kuliner khas Jawa serta pertunjukan tari serta penampilan wayang orang dengan lakon perang Pandawa dan Kurawa.
Editor: APP














