BERITA TERKINIHEADLINEHUKUM & KRIMINAL

Kapolrestabes Palembang Minta Maaf Atas Ulah Anggotanya

×

Kapolrestabes Palembang Minta Maaf Atas Ulah Anggotanya

Sebarkan artikel ini

* Terkait penganiayaan mantan pacar yang viral di medsos

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Ulah oknum polisi, berinisial RRM bertugas di Binmas Polrestabes Palembang cukup mencoreng nama dan institusi Polri. Akibat viral di beberapa medsos, Kapolrestabes Palembang terpaksa angkat bicara, Kombes Pol Dr Harryo Sugihhartono, Kamis (17/4/2025).

Orang nomor satu di Polrestabes Palembang itu, memohon maaf kepada korban Wina Septianty (25), atas perbuatan anggotanya, RRM yang telah melakukan penganiayaan, hingga menyebabkan luka memar di beberapa bagian wajahnya, saat berada kost Holau, Jalan Dwikora, Ilir Timur 1, Palembang pada Selasa (15/4/2025) pukul 13.30 WIB.

“Saya sangat prihatin atas beredarnya video dan berita terkait oknum anggota kami, yang telah melakukan penganiayaan terhadap korban. Jadi perlu kami jelaskan, benar adanya peristiwa tersebut. Hingga saat ini, oknum tersebut telah diperiksa di Propam Polrestabes Palembang,” tegasnya.

Mengenai senjata api yang dimiliki oknum tersebut, lanjut kapolres, senjata yang ditemukan bukan senjata organik, melainkan airsoftgun.

“Senjata yang dimiliki bukan senjata organik, karena sesuai ditempat tugasnya Binmas, tidak terlalu menggunakan senpi. Ketika kami cek kelengkapan kepemilikan senpi tersebut, yang bersangkutan tidak dapat menunjukkan kelengkapan legalitas pembelian senjatanya,” ujarnya.

Disinggung apakah oknum tersebut menggunakan narkoba, kapolrestabes menerangkan urine yang positif mengandung zat berbahaya.

“Kami sudah cek urine oknum tersebut, alhasil menunjukkan positif menggunakan zat berbahaya. Namun, kami belum tahu pasti apa yang dikonsumsinya,” paparnya.

Bapak berpangkat melati tiga itu menambahkan, perkara penganiayaan ini bermotif asmara, cemburu. Perkara ini akan ditarik ke Propam Polda Sumsel.

“Perkara penganiayaan ini akan ditarik ke Propam Polda Sumsel. Dan kami sangat menyayangkan penganiayaan ini terjadi,” tukasnya.