Reporter : Edo
Sulawesi Barat, Mattanews.co – Salah satu program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju adalah Mamuju Mapaccing untuk menjaga kebersihan di daerahnya kini tercoreng dengan adanya tindakan oknum tertentu.
Banyaknya tumpukan sampah di belakang Terminal Dimbuang Kabupaten Mamuju, tidak diangkut oleh petugas kebersihan yang membawa mobil sampah.
Bahkan adanya indikasi pungutan liar (pungli), jika ingin sampah tersebut diangkut petugas Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Mamuju.
Isu adanya pungli ke masyarakat pun langsung ditanggapi oleh Kepala Seksi (Kasi) Pengelolaan Sampah DLHK Kabupaten Mamuju Faharuddin.
Dia baru mengetahui adanya dugaan pungli ini dari media massa pada hari Senin (18/11/2019) lalu. Faharuddin akan langsung menanyakan informasi terkait pungli ke sopir pengangkut sampah tersebut.
“Memang ada beberapa jenis sampah kita angkut. Yaitu sampah sehari-hari, sudah jelas mereka sudah punya tugas masing-masing, lalu sampah luar biasa,” katanya, Selasa (19/11/2019).
Ada juga jenis sampah luar biasa, seperti tumpukan tebangan pohon dan material bangunan. Tugas untuk mengangkut sampah luar biasa ini, bukan tugas dari petugas kebersihan DLHK Kabupaten Mamuju Sulbar.
“Jika ada sampah seperti itu, masyarakat harus melapor ke kita. Laporkan ke petugas, nanti akan kita lihat jenisnya, sampah sehari-hari atau sampah luar biasa,” katanya.
Sampah luar biasa sendiri, lanjutnya, sudah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Mamuju Sulbar. Untuk pembayarannya sendiri, berbeda dengan pengangutan sampah sehari-hari yang berasal dari sampah rumah tangga.
Untuk sampah luar biasa, mereka tidak bisa mengangkut tumpukan sampah tersebut sebelum ada laporan ke DLHK Kabupaten Mamuju Sulbar.
“Kecuali kalau warga langsung berbicara dengan sopir, kalau seperti kami tidak ketahui masalah begitu-begituan,” ucapnya.
“Saya lihat tumpukan sampah memang di situ. Memang betul sampah itu banyak di sana, tapi mereka tahu jika ada tumpukan sampah di sana dan dilewati mobil pengangkut sampah pasti diangkut. Kemungkinan besar itu sampah luar biasa,” ujarnya.
Dia berharap, jika ada kasus seperti ini dia menghimbau agar warga datang langsung ke DLHK Kabupaten Mamuju agar bisa ditangani langsung.
Pengangkutan sampah luar biasa ini juga ada perhitunganya masalah retribusi, terlebih dihitung per kubiknya.
“Jadi kalau sopir sendiri yang berbicara dengan masyarakat, itu diluar dari pantauan kami. Kalau mereka yang berbicara, harusnya masyarakat melapor ke kantor supaya kami ketahui bahwa itu sampah luar biasa. Dan selama ini teman-teman diluar yang punya sampah luar biasa, mereka melapor kesini dan langsung kami eksekusi,” ungkapnya.
Meski begitu, Faharuddin akan memanggil oknum sopirnya untuk dimintai penjelasan dan menurutnya kalau memang hal itu menyalahi prosedur akan diberikan sanksi teguran.
“Yang jelasnya nanti kita panggil oknum sopirnya untuk di mintai keterangan. Jika memang melakukan kesalahan, dia akan melayangkan teguran keras. Jadi
“Tetap ada tindakan untuk masalah itu. Apalagi jika merekabekerja di lapangan dan menyalahi prosedur, tetap ada tindakan,” katanya.
Sebelumnya, pungli yang dilakukan sopir pengangkut sampah dari DLHK Kabupaten Mamuju Sulbar sempat menjadi viral di media sosial.
Rahman Anwar, warga Kabupaten Mamuju Sulbar mengatakan, sudah beberapa hari tumpukan sampah di belakang Terminal Dimbuang. Namun petugas Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Mamuju yang membawa mobil sampah, tidak mengangkut tumpukan sampah tersebut.
Sopir mobil sampah tersebut baru mau mengangkut sampah ketika diberikan upah dengan nominal tertentu. Parahnya, saat diberi uang untuk membeli rokok, oknum tersebut malah kembali menolak dengan alasan uang yang diberikan masih kurang.
“Dari hari Minggu (17/11/2019) kemarin, sudah empat hari sampah menumpuk. Malam harinya saya lihat mobil pengangkut sampah lewat, saya lalu memanggil sopirnya. Saat saya minta sampah ini diangkut, sopirnya menolak jika tidak ada upah,” ucapnya.
Bahkan petugas kebersihan itu menolak uang yang diberikan karena jumlahnya terlalu sedikit. Dia dan warga sekitar pun merasa kecewa dengan kinerja petugas DLKH Kabupaten Mamuju yang melakukan pungli.
Ia pun berharap kepada Bupati dan Wakil Bupati Mamuju menindaklanjuti apa yang dilakukan oknum tersebut.
Editor : Nefri
B














