BERITA TERKINIHEADLINEHUKUM & KRIMINALNUSANTARA

Babinsa Bantu Warga Purun Kecil Panen Cabai dan Gali Ilmu di Lokasi TMMD Reguler ke – 124 Mempawah

×

Babinsa Bantu Warga Purun Kecil Panen Cabai dan Gali Ilmu di Lokasi TMMD Reguler ke – 124 Mempawah

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, MEMPAWAH – Suasana penuh keakraban dan semangat gotong royong tampak di lahan pertanian milik warga Desa Purun Kecil, Kecamatan Sungai Pinyuh, saat anggota TNI dari Koramil 1201-2/Sungai Pinyuh yang tergabung dalam Satgas TMMD Reguler ke-124 turut serta membantu warga memanen cabai.

Babinsa Desa Purun Kecil, Praka Edi Junaidi, turun langsung ke lahan cabai milik Hamdani, salah satu petani setempat. Kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan nyata TNI dalam program TMMD tidak hanya pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada sektor pertanian dan ketahanan pangan.

“Kami tidak hanya membangun jalan dan fasilitas fisik, tapi juga hadir di tengah masyarakat dalam kegiatan sehari-hari, seperti membantu panen cabai ini. Ini adalah bentuk kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ujar Praka Edi Junaidi.

“Dansatgas TMMD Reguler ke-12, Letkol Inf Benu Supriyantoko sangat mengapresiasi inisiatif Babinsa yang terjun langsung membantu warga dalam kegiatan panen cabai di Desa Purun Kecil. Ini adalah wujud nyata peran TNI sebagai mitra rakyat, tidak hanya dalam aspek pertahanan, tetapi juga dalam mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat. Saya harap kegiatan positif seperti ini terus dilakukan, karena kehadiran TNI di tengah-tengah rakyat adalah bentuk pengabdian yang sesungguhnya,” ujarnya.

Tanaman cabai yang dipanen merupakan hasil jerih payah warga selama beberapa bulan terakhir, dan kini menghasilkan panen yang cukup melimpah.

“Kehadiran Babinsa dan anggota TNI lainnya tentu sangat membantu, terutama dalam mempercepat proses panen dan mengurangi beban tenaga kerja warga,” tuturnya.

Ditambahkan Edi, program TMMD Reguler ke-124 yang digelar di wilayah ini memang tidak hanya fokus pada pembangunan fisik seperti jalan dan rumah tidak layak huni, tetapi juga memberi perhatian besar terhadap pemberdayaan masyarakat, termasuk bidang pertanian.

“Kolaborasi antara TNI dan warga ini diharapkan dapat terus terjalin, tidak hanya selama TMMD berlangsung, tetapi juga di masa mendatang,” tandasnya.

Di sela-sela kegiatan TMMD Ke-124 di Desa Sungai Purun Kecil, Praka Edy Junaidi, salah satu Babinsa yang tergabung dalam Satgas, menunjukkan sikap rendah hati dengan belajar langsung kepada warga mengenai budidaya tanaman cabai.

Meski seorang prajurit TNI, Praka Edy tak sungkan bertanya dan mencatat kiat-kiat sukses menanam cabai dari Pak Arman, salah satu petani berpengalaman di dusun tersebut.

“Saya memang tugasnya mendampingi warga, tapi bukan berarti saya tahu segalanya. Justru di sinilah saya banyak belajar tentang kehidupan, termasuk cara bertani cabai yang benar,” ujar Edy dengan senyum ramah.

Ia terlihat antusias memperhatikan setiap langkah, mulai dari pemilihan bibit, penyemaian, hingga cara mengatasi hama secara alami.

Menurutnya, wawasan yang didapat bukan hanya bisa diterapkan di lokasi TMMD, tapi juga menjadi bekal saat kembali ke wilayah tugas lain.

“Ilmu ini bisa saya bagikan ke warga di tempat lain. Ini jadi bentuk kontribusi berkelanjutan dari TMMD,” tambahnya.

Pak Arman sendiri mengaku terkejut sekaligus bangga.

“Biasanya tentara ngajarin, ini malah tentara yang belajar sama kami. Ini membuktikan kalau program TMMD bukan cuma soal fisik, tapi juga soal menyatukan hati dan pikiran,” katanya.

Kehangatan hubungan antara prajurit dan masyarakat dalam suasana belajar mengajar seperti ini menjadi gambaran konkret dari tujuan utama TMMD membangun desa, mempererat bangsa.

Bagi Pak Hamdani, petani cabai dari Dusun Nikmat, Desa Sungai Purun Kecil, ada kebahagiaan tersendiri ketika ilmunya dihargai dan dimanfaatkan.

Hal ini ia rasakan ketika Praka Edy Junaidi, Babinsa yang bertugas dalam Satgas TMMD Ke-124, datang khusus untuk belajar tentang cara budidaya tanaman cabai.

“Saya pikir mereka (TNI) hanya bantu bangun jalan dan rumah, ternyata mereka juga ingin tahu tentang pertanian. Saya senang sekali bisa berbagi,” ungkap Pak Hamdani.

Ia tak menyangka seorang prajurit datang dengan semangat belajar tinggi, bahkan mencatat detail tentang pola tanam, pemupukan, hingga teknik panen yang efektif.

Menurut Pak Hamdani, kehadiran Praka Edy tidak hanya menciptakan kedekatan emosional, tapi juga meningkatkan rasa percaya diri para petani lokal.

“Kami merasa dihargai. Kalau tentara saja mau belajar sama kami, berarti apa yang kami lakukan selama ini juga penting,” tuturnya.

Suasana belajar itu berlangsung santai, penuh canda tawa. Namun tetap sarat makna. Ditengah hamparan kebun cabai, dua generasi dengan latar belakang berbeda menyatu dalam semangat untuk kemajuan desa.

Kegiatan semacam ini menunjukkan bahwa TMMD bukan hanya proyek pembangunan fisik, tapi juga ruang interaksi sosial yang memberdayakan kedua belah pihak, warga dan prajurit, untuk tumbuh bersama.