BERITA TERKINIHEADLINEHUKUM & KRIMINALNUSANTARA

Satgas TMMD Kodim 1201 Mempawah Semakin Solid

×

Satgas TMMD Kodim 1201 Mempawah Semakin Solid

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, MEMPAWAH – Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD Ke-124, Letkol Inf Benu Supriyantoko, menyampaikan kebanggaannya atas kehadiran prajurit TNI dari matra AL dan AU dalam mendukung pelaksanaan TMMD yang digelar oleh Kodim 1201/Mempawah.

Keterlibatan lintas matra ini dinilai sebagai simbol kekuatan sinergi TNI untuk rakyat.

Menurut Dansatgas, kontribusi prajurit TNI AL dan AU bukan hanya memperkuat personel, tetapi juga memperluas perspektif kerja sama di lapangan.

“Kita satu kesatuan dalam tugas. Kehadiran saudara-saudara kita dari AL dan AU membuktikan bahwa pengabdian kepada rakyat adalah tanggung jawab seluruh elemen TNI,” ujarnya.

Kegiatan TMMD di Sungai Purun Kecil tidak hanya fokus pada pembangunan fisik seperti rabat beton dan RTLH, tetapi juga non-fisik seperti penyuluhan dan kegiatan sosial.

Dansatgas menekankan bahwa kolaborasi tiga matra TNI memberikan semangat dan efisiensi dalam mencapai target-target TMMD.

“Pekerjaan yang berat jadi ringan. Ini bukan hanya soal tenaga, tapi soal semangat kebersamaan dan nasionalisme,” tegasnya.

Letkol Syafruddin berharap, model sinergi lintas matra ini dapat menjadi contoh baik untuk program-program lainnya yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat di pelosok.

Prajurit TNI AL, Serka Agus Supriadi, yang tergabung dalam Satgas TMMD Ke-124 di wilayah Kodim 1201/Mempawah, menyampaikan rasa bangganya bisa ambil bagian dalam kegiatan pengabdian masyarakat di daratan.

Menurutnya, meski tugas utamanya adalah di lautan, ia merasa terpanggil untuk berkontribusi bagi masyarakat pedesaan.

“Biasa kami bertugas di kapal atau pangkalan laut, tapi kali ini kami turun langsung ke desa, memikul semen, mengaduk pasir, dan ikut membantu pembangunan rabat beton,” kata Serka Agus dengan senyum penuh semangat.

Ia mengakui bahwa pengalaman ini berbeda dari rutinitas dinasnya, namun tetap memberi makna yang mendalam.

“Disinilah kami benar-benar melihat langsung bagaimana rakyat menyambut kehadiran TNI, dan itu jadi motivasi luar biasa bagi kami,” ujarnya.

Selain terlibat dalam pembangunan fisik, Serka Agus juga ikut dalam kegiatan sosial dan komunikasi dengan warga. Ia menilai program TMMD mampu mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.

“Selama di sini, saya merasa lebih dekat dengan rakyat. Semoga kebersamaan ini bisa membawa manfaat jangka panjang,” tuturnya.

Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD Ke-124, Letkol Inf Benu Supriyantoko, menyampaikan optimisme terhadap penyelesaian pembangunan rabat beton yang saat ini telah mencapai 750 meter dari total panjang 1.115 meter. Hal ini disampaikannya saat menerima laporan harian dari Pasi Ter Kodim 1201/Mph sebagai Koordinator Lapangan.

Menurut Dansatgas, progres yang dicapai merupakan hasil kerja keras yang solid antara prajurit TNI dan masyarakat setempat.

“Kami bersyukur, kerja sama yang baik terus terjalin dan menjadi kunci utama capaian ini. InsyaAllah, sebelum penutupan, target 1.115 meter bisa tercapai,” ujarnya.

Letkol Benu menambahkan bahwa kualitas pengerjaan tetap menjadi prioritas. Ia mengingatkan seluruh personel untuk menjaga detail teknis meskipun waktu semakin mendesak.

“Kami tidak mengejar cepat semata, tapi juga mutu dan manfaat jangka panjang bagi warga,” jelasnya.

Rabat beton ini nantinya akan menjadi akses vital masyarakat menuju ladang dan area pemukiman lainnya.

Dalam pantauan terakhir, antusias warga masih tinggi untuk turut serta membantu proses pembangunan secara swadaya.

Dansatgas berharap semangat gotong royong yang tercipta dalam program TMMD ini menjadi warisan sosial yang terus tumbuh di masyarakat setelah TMMD selesai dilaksanakan.

Bagi warga Desa Sungai Purun Kecil, capaian 750 meter rabat beton yang dibangun melalui program TMMD Ke-124 adalah sebuah perubahan nyata.

Salah satu warga, Bapak Burhan (51), mengaku sangat senang dengan kemajuan pembangunan tersebut karena selama ini akses jalan yang rusak menjadi kendala utama aktivitasnya.

“Kami sudah terlalu lama menunggu. Dulu jalan ini becek, anak sekolah pun harus jalan kaki sambil bawa sepatu. Sekarang sudah 750 meter dicor, rasanya seperti mimpi yang jadi nyata,” ujar Burhan penuh syukur.

Pembangunan rabat beton ini dirasakan sangat besar dampaknya oleh masyarakat. Selain memudahkan transportasi hasil tani, jalan ini juga memperlancar pergerakan barang dan orang di desa.

Burhan juga mengapresiasi peran Satgas TMMD yang bekerja tanpa kenal waktu.

“Mereka bekerja siang malam, bahkan kadang hujan tetap lanjut. Warga pun ikut bantu semampunya, karena jalan ini bukan hanya untuk kami, tapi untuk anak cucu nanti,” katanya.

Ia berharap pembangunan bisa selesai sesuai target, dan berharap pemerintah terus memperhatikan infrastruktur desa seperti ini karena menjadi tulang punggung ekonomi warga.