* LBH Bima Sakti : Semoga Polisi Dapat Segera Menangkap Pelaku Bullying SMP N 31 Palembang
MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Kepala Sekolah SMP Negeri 31 Palembang akhirnya angkat suara, terkait bully yang menimpa anak didiknya, TRR (13) dan DR (13), yang diceburkan para pelaku ke Sungai Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I Palembang, Senin (26/5/2025).
“Masalah anak didik kami dengan sekolah sudah selesai, semua sudah berjalan lancar dan itu hanya Miss komunikasi saja,” ungkap H Taufik Hidayat SH MPd, ketika diwawancarai sejumlah wartawan.
Taufik Hidayat menjelaskan, sekolahnya tempat didatangi Kadisdik dan penasehat hukum TRR.
“Alhamdullilah semua clear. Kami selaku pihak sekolah berharap para pelaku cepat ditangkap dan ini menjadi pelajaran berharga buat kami,” ujarnya.
Kadisdik Kota Palembang, Adrianus Amri menjelaskan, kedatangannya ke sekolah guna untuk memastikan kejadian sebenarnya bullying yang menimpa TRR.
“Ketua komite sudah melaporkan kasus ini kepada pihak kepolisian. Memang kita lihat dari CCTV, pelaku orang luar atau tidak dikenal, kejadian bukan pada jam sekolah,” ungkapnya.
Adrianus Amri berharap, kejadian ini tidak terulang.
“Harapan kami, pihak sekolah, komite dan lainnya, jangan lagi terulang seperti ini. Pihak sekolah hendaknya dapat meningkatkan lagi pengawasan, terutama didalam sekolah agar tidak terjadi prilaku atau pelanggaran seperti ini,” tuturnya.
Sementara, penasehat hukum korban TRR, M Novel Suwa SH MM MSi didampingi Dr Connie Pania Putri SH MH menjelaskan, antara pihak sekolah dan korban sudah selesai.
“Kami memang tadi mendatangi sekolah klien kami, guna membahas oknum guru yang terkesan menyudutkan klien kami.
“Hari ini kita melakukan pertemuan tentang pembahasan masalah oknum guru, yang menegur atau memarahi klien kita, TRR itu. Dari komunikasi itu terjadi salah paham dan sudah dianggap selesai,” papar
Ketua LBH Bima Sakti, M Novel Suwa SH MM MSi, didampingi Dr Connie Pania Putri SH MH.
Pertemuan dipimpin langsung Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Kepala Sekolah dan Guru – Guru.
“Hasil dari pertemuan tersebut kita mendapatkan penjelasan dari kepala sekolah, guru dan siswanya. Pertemuan sudah clear, komunikasi antara siswa, wali siswa, kepala sekolah dan guru sudah selesai, namun, untuk tindak pidana prosesnya tetap berjalan. Para saksi telah dipanggil dan visum telah diambil oleh penyidik dan diharapkan pihak kepolisian cepat tanggap terhadap permasalahan ini, segera menangkap para pelaku,” tukasnya.














