BERITA TERKINISeni dan Budaya

Bupati Tulungagung Resmi Membuka Pagelaran Wayang Kulit dalam Festival Budaya Spiritual 2025

×

Bupati Tulungagung Resmi Membuka Pagelaran Wayang Kulit dalam Festival Budaya Spiritual 2025

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG- Dalam rangka menyambut Tahun Baru 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Tulungagung Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menggelar pagelaran wayang kulit sebagai bagian dari rangkaian Festival Budaya Spiritual 2025.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Bupati Tulungagung, H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., bertempat di Dalem Kanjengan, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Tulungagung Kota, Jumat malam (11/7/2025).

Pagelaran ini menampilkan dalang kondang Ki Kondho Eko Prisdianto yang membawakan lakon “Sesaji Rojo Suyo”. Acara semakin meriah dengan kehadiran sinden muda berbakat Niken Salindri serta duo pelawak Jo-Klithik dan Jo-Klutuk, yang menghibur masyarakat dengan guyonan khas Jawa.

Dalam sambutannya, Bupati Gatut Sunu lebih kerap disapa mengungkapkan rasa syukur karena kegiatan budaya ini dapat terus dilestarikan. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pihak yang mendukung terselenggaranya acara, yang juga merupakan bagian dari tradisi jamasan pusaka Tombak Kanjeng Kyai Upas.

“Pagelaran wayang kulit adalah bentuk kesenian adiluhung yang sarat nilai-nilai luhur. Sangat penting untuk terus kita lestarikan sebagai sarana edukasi generasi muda dalam memahami nilai patriotisme, semangat gotong royong, serta norma dan etika kehidupan bermasyarakat,” ujar Pemilik Romo Wijoyo Group.

Orang nomor satu Pemkab Tulungagung menambahkan bahwasanya lakon Sesaji Rojo Suryo ini dalam pertunjukan wayang kulit memiliki makna simbolis yang dalam, baik dari sisi budaya Jawa maupun spiritualitasnya.

“Arti secara harfiah, Sesaji adalah sebuah persembahan, sesajen (biasanya dalam konteks ritual atau upacara), sedangkan Rojo itu raja dan Suyo merupakan wilayah kekuasaan, kerajaan, atau negeri,” tambahnya.

“Jadi, Sesaji Rojo Suyo dapat diartikan secara harfiah sebagai Persembahan Raja kepada Negeri atau Sesajen untuk Negeri oleh Sang Raja,” sambungnya.

Lebih lanjut Gatut Sunu menjelaskan dengan mengucap “Bismillahirrohmanirrohim”, ia secara resmi membuka pagelaran wayang kulit yang mengangkat lakon Sesaji Rojo Suyo, sekaligus menandai dimulainya salah satu kegiatan budaya yang paling dinantikan masyarakat Tulungagung.

“Pagelaran wayang kulit dalam rangkaian Festival Budaya Spiritual ini menjadi wadah penting dalam memperkuat identitas budaya lokal serta menjaga semangat spiritualitas masyarakat di tengah arus modernisasi yang kian cepat,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, pagelaran wayang kulit ini turut dihadiri oleh pejabat dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tulungagung, Lurah Kepatihan, serta tokoh masyarakat setempat dan undangan masyarakat lainnya.