BERITA TERKININUSANTARAPEMERINTAHAN

Gubernur Jateng Resmikan Pabrik Solar Panel Terbesar se-Asia Tenggara di Batang

×

Gubernur Jateng Resmikan Pabrik Solar Panel Terbesar se-Asia Tenggara di Batang

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, BATANG – Komitmen Jawa Tengah sebagai motor penggerak energi hijau dan pusat pertumbuhan industri berkelanjutan semakin nyata.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi secara resmi meresmikan operasional tahap pertama pabrik solar panel PT Solar Energi Generasi (SEG) Solar Manufacturing Indonesia, yang berdiri megah di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Kabupaten Batang, Jumat (8/8).

Bukan sekadar pabrik biasa, fasilitas ini tercatat sebagai pabrik photovoltaic (PV) terintegrasi terbesar di Asia Tenggara, dengan kapasitas produksi mencapai 5 gigawatt (GW) untuk sel surya dan 5 GW untuk modul surya per tahun.

Dengan total investasi mencapai USD 500 juta atau setara Rp 7,6 triliun, pabrik ini dibangun di atas lahan seluas 41 hektare di kawasan Grand Batang City.

“Ini adalah momentum besar. Jawa Tengah hari ini menegaskan komitmennya sebagai pusat investasi hijau. Pabrik ini tidak hanya terbesar, tapi juga bagian dari masa depan energi Indonesia,” ujar Gubernur Ahmad Luthfi di hadapan tamu undangan dan jajaran pejabat daerah.

Keberadaan PT SEG Solar Manufacturing Indonesia di Batang tidak hanya memperkuat rantai pasok industri energi baru terbarukan (EBT), tetapi juga membuka peluang besar bagi tenaga kerja lokal. Lebih dari 3.000 lapangan pekerjaan diproyeksikan tersedia, dengan 350 tenaga kerja lokal dan 70 tenaga kerja asing sudah tercatat melalui OSS pada tahap awal operasional.

Gubernur Luthfi menyebutkan bahwa kehadiran industri berbasis EBT menjadi daya tarik utama bagi investor asing yang kini menjadikan aspek keberlanjutan sebagai syarat utama investasi.

“Investasi global hari ini selalu menanyakan satu hal: apakah daerah ini siap dengan energi terbarukan? Dengan hadirnya SEG, kami menjawab tegas: Jawa Tengah siap,” tegasnya.

Pabrik ini merupakan bagian dari langkah strategis Indonesia dalam mencapai target bauran energi terbarukan sebesar 42% pada tahun 2030. Selain SEG asal Amerika Serikat, kawasan industri di Jawa Tengah juga telah menarik investor serupa dari Tiongkok, yang lebih dulu beroperasi di Kawasan Ekonomi Kendal (KEK).

Ahmad Luthfi menekankan bahwa Jawa Tengah tidak hanya fokus pada solar panel, melainkan juga mengembangkan berbagai sumber EBT lainnya seperti tenaga air, angin, dan panas bumi. Ini merupakan bagian dari grand design menuju kemandirian energi nasional.

“Kita ingin Jawa Tengah menjadi pionir dalam kemandirian energi, sebagai bentuk dukungan penuh terhadap program nasional yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia,” ungkapnya.

Dengan kehadiran pabrik ini, Provinsi Jawa Tengah kembali membuktikan diri sebagai salah satu provinsi paling proaktif dalam menyambut era ekonomi hijau. Kawasan Industri Terpadu Batang kini menjelma sebagai pusat inovasi dan industri masa depan, sekaligus simbol dari kolaborasi antara pemerintah, investor global, dan masyarakat lokal.

Gubernur Luthfi menyebut, peresmian ini bukan hanya seremoni, melainkan tonggak sejarah dalam perjalanan panjang menuju pembangunan berkelanjutan yang inklusif, ramah lingkungan, dan berorientasi pada generasi masa depan.