MATTANEWS.CO, MALANG – Puncak Agustus menjadi momen penting dalam memperingati HUT Kemerdekaan Ke-80 Republik Indonesia, hal itu juga dilaksanakan Kelurahan Mojolang, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang menggelar kirab budaya dengan tema ‘Pawai Budaya Nusantara’, pada Minggu (31/8/2025).
Pawai Budaya Nusantara, menampilkan berbagai busana adat dan tarian serta kesenian dari berbagai daerah yang dikemas sangat meriah sebagai lambang Bhineka Tunggal Ika.
Lurah Mojolangu, Feri Irawan mengatakan bahwa kegiatan karnaval di Mojolangu ini merupakan kegiatan dua tahunan dari warga, dan dari peserta sebanyak 20 RW yang mengikuti Pawai Budaya Nusantara.
“Jadi Pawai Budaya Nusantara ini di ikuti 20 RW di Mojolangu, kebetulan hari ini RW 16 sebagai panitia. Tema diambil dari adat istiadat, dan kekayaan budaya nusantara,” jelas Feri.
Menurutnya, peserta Pawai Budaya Nusantara tidak hanya di ikuti RW saja tetapi juga ada dari lembaga pendidikan antara lain dari TK, SD, SMP yang ada di Mojolangu dengan rute kurang lebih 2,1 kilometer.
“Untuk start dimulai dari Jalan Candi Panggung, jalan Soekarno-Hatta, dan finish di Kelurahan Mojolangu,” tuturnya.
Festival Pawai Budaya tersebut juga dilombakan dengan penilaian yang berda ditiga titik mulai dari star hingga finish.
“Penilaian meliputi kesesuaian tema, kreativitas dan kekompakan dan juga kebersihan masing-masing peserta,” ucap Feri.
Feri Irawan juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat maupun pengguna jalan yang terdampak kemacetan yang dilalui oleh peserta Pawai Budaya Nusantara.
“Saya atas nama Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang dan juga panitia Hari Besar Nasional 2025, terkait dampak akses karnaval atau pawai kemerdekaan yang menimbulkan kemacetan dikarenakan menggunakan ruas jalan provinsi yang lumayan padat lalulintas, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya, dan kami berusaha semaksimal mungkin untuk menata jalur agar tidak terjadi kemacetan,” tukasnya.














