MATTANEWS.CO, PETARUKAN – Sesuai dengan arahan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengenai pembelajaran mendalam atau deep learning, SMPN 1 Petarukan telah mengambil langkah nyata dengan mengirimkan tiga guru dan satu kepala sekolah untuk mengikuti pelatihan terkait.
“Kegiatan inservis pertama telah dilaksanakan pada akhir Juli hingga awal Agustus selama enam hari bagi guru, dan lima hari bagi kepala sekolah,” jelas Kepala SMPN 1 Petarukan, Sugeng Aliye Shahid, saat ditemui di kantornya pada Kamis (25/9/2025).
Setelah pelatihan inservis, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan on-the-job training (OJT) yang bertujuan untuk memantau dan melihat langsung penerapan pembelajaran mendalam di lapangan.
Pelatihan ini juga mencakup pengimbasan ilmu kepada rekan-rekan guru agar metode ini dapat diterapkan secara luas.
“Kami bersama beberapa guru sudah mulai menyelaraskan visi dan misi sekolah sesuai dengan konsep pembelajaran mendalam,” tambah Sugeng.
Sugeng menjelaskan bahwa pihak sekolah akan melanjutkan ke OJT tahap kedua untuk mengevaluasi progres penerapan pembelajaran mendalam, sementara OJT tahap ketiga masih dalam proses pelaksanaan dan direncanakan selesai pada bulan Oktober.
Pembelajaran mendalam ini merupakan pendekatan baru dalam pembelajaran, bukan kurikulum baru.
Setelah seluruh rangkaian on-the-job training selesai, SMPN 1 Petarukan akan menerapkan pendekatan ini secara menyeluruh di seluruh kelas.
Sejalan dengan yang digaungkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, pembelajaran mendalam mengusung prinsip joyful learning, meaningful learning, dan main fuller learning.
Tujuannya adalah untuk melahirkan generasi yang berdaya saing, berkarakter kuat, dan siap menghadapi tantangan global.
Menurut Sugeng, pembelajaran mendalam berarti menciptakan pemahaman yang utuh, reflektif, dan aplikatif bagi peserta didik.
Pendekatan ini juga mendorong pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi seperti analisis, evaluasi, dan pemecahan masalah, serta menghubungkan pengetahuan dengan konteks nyata dan berbagai disiplin ilmu.
“Harapan kami, pembelajaran mendalam bukan hanya pendekatan dalam proses belajar mengajar, tetapi juga sebagai perubahan yang harus disambut dengan semangat. Sebagai guru, kita harus terus belajar dan tidak alergi terhadap perubahan karena perubahan akan selalu terjadi,” pungkas Sugeng.














