BERITA TERKINIHEADLINEPEMERINTAHANSPORT

Laga Sepakbola U-18 2025 OKI Harus Kandas Sebelum Peluit Wasit Ditiup

×

Laga Sepakbola U-18 2025 OKI Harus Kandas Sebelum Peluit Wasit Ditiup

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, KAYUAGUNG – Harapan ratusan anak muda Ogan Komering Ilir (OKI) untuk tampil di panggung sepak bola U-18 pupus sudah. Turnamen Bupati Cup 2025 yang semula dijadwalkan untuk memeriahkan HUT ke-80 OKI resmi dibatalkan oleh keterbatasan anggaran.

Exco Bidang Kompetisi Askab PSSI OKI, Abdul Aziz, menyampaikan kabar pahit itu usai menerima pesan WhatsApp dari Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, M. Amin, “Mohon maaf kegiatan belum dapat dilaksanakan karena keterbatasan anggaran. Kita upayakan solusinya, mungkin diundur akhir tahun,” kata Aziz menirukan ucapan Amin pada Selasa (30/9).

Dikatakan Aziz, rangkaian persiapan sebelumnya justru memperlihatkan optimisme. Dukungan moral dan finansial di awal seperti tidak menemui kendala apapun. Dibeberkan dia, saat itu Dispora menyebut ada alokasi Rp80 juta, KONI OKI sempat melontarkan janji tambahan Rp20 juta untuk pembinaan pemenang, bahkan Bank Sumsel Babel Kayuagung siap mendukung. Para camat sudah menggelar seleksi atlet.

“Askab PSSI sendiri tak bisa berbuat banyak dalam kapasitasnya sebagai panitia penyelenggara. Masalah dana sepenuhnya wewenang Bupati,” ujarnya.

Di balik itu, publik terlanjur mencium aroma lain. Kepengurusan Askab PSSI OKI diketahui banyak diisi tokoh yang dulu berada di barisan rival politik Bupati pada kontestasi pilkada lalu.

Situasi ini memunculkan spekulasi kebenaran tentang anggaran kosong, ataukah keputusan ini juga dipengaruhi nuansa politis lainnya. Terlebih lagi, kegiatan kepemudaan yang kebetulan dalam jalur Bupati pada kenyataannya dapat berjalan sesuai rencana.

Ketua Lembaga Investigasi Negara (LIN) Kabupaten OKI, Hamadi, memilih bersikap netral. Ia memahami bila dalih pembatalan oleh keterbatasan anggaran. Akan tetapi menurut dia, publik harus diberikan informasi dengan jelas agar Pemkab tidak seolah tebang pilih dengan kegiatan kepemudaan lainnya,

Selain itu juga, menurutnya guna menghindari penilaian potret buruk tata kelola keuangan dimana rencana yang sudah matang harus kandas karena pemerintah daerah gagal memastikan konsistensi anggaran.

“Kalau memang anggaran tidak ada, mungkin kita bisa maklumi. Selagi publik diberikan informasi secara jelas. Termasuk juga dalih tersebut terbebas dari faktor politis lainnya yang turut bermain,” ujarnya.

Batalnya Bupati Cup 2025, menurut Hamadi tak sekadar menggagalkan sebuah pertandingan, melainkan menghapus cikal bakal pemain sepakbola profesional. Ia mengatakan sepak bola yang seharusnya jadi sarana pembinaan jangan sampai berubah jadi ruang tarik-ulur kepentingan politis,

“Jangan sampai publik menilai jika yang mengelola bukan ‘orang sendiri’, maka program bisa tersandung, sebaik apa pun persiapannya,” tandasnya.