MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG- Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga perekat perbedaan sekaligus kompas menuju Indonesia Raya. Hal itu ditegaskan Bupati Tulungagung, H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., saat memimpin upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2025 di halaman Kantor Bupati, Rabu (1/10/2025).
Upacara berlangsung khidmat dengan dihadiri Wakil Bupati Tulungagung H. Ahmad Baharudin, S.M., bersama istri, Sekda Tulungagung H. Drs. Tri Hariadi, M.Si., jajaran Forkopimda, Kepala OPD hingga Camat se-Kabupaten Tulungagung.
Pancasila sebagai Perekat Bangsa
Bupati Gatut Sunu menekankan makna tema “Pancasila Perekat Bangsa Menuju Indonesia Raya”. Menurutnya, Pancasila adalah sumber persatuan yang mampu menyatukan seluruh suku, agama, budaya, dan golongan di Indonesia.
“Tema ini mengingatkan kita bahwa Pancasila adalah perekat bangsa, penjaga keutuhan, sekaligus landasan menuju cita-cita Indonesia yang adil, makmur, berdaulat, dan disegani di mata dunia,” tegas Bupati Gatut Sunu kerap disapa dihadapan awak media.
Bupati juga menekankan bahwa di era globalisasi dan digitalisasi, Pancasila tetap relevan sebagai filter nilai dan identitas bangsa. “Kita harus terus mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari agar bangsa ini tidak mudah terpecah,” tambahnya.
Momentum Hari Olahraga Nasional
Selain peringatan Hari Kesaktian Pancasila, momen ini juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-42 yang jatuh pada 9 September 2025.
Dalam kesempatan itu, Pemkab Tulungagung memberikan apresiasi dan penghargaan kepada para atlet berprestasi yang telah mengharumkan nama daerah, baik di ajang olahraga prestasi di bawah KONI maupun olahraga tradisional di bawah naungan KORMI.
“Pemkab Tulungagung senantiasa mendukung penuh seluruh cabang olahraga, baik di bawah KONI maupun KORMI, agar terus berprestasi dan membanggakan daerah,” ujar Gatut Sunu.
Meneguhkan Komitmen
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini, menurut Gatut Sunu, harus menjadi momentum untuk meneguhkan kembali nilai-nilai Pancasila sekaligus waspada terhadap ideologi yang ingin menggoyahkan dasar negara.
“Pancasila harus terus menjadi pedoman hidup berbangsa dan bernegara. Inilah jalan kita menuju Indonesia Raya yang kuat, maju, dan bermartabat,” pungkasnya.














