BERITA TERKINIHEADLINENUSANTARA

Sinergi Pemkab OKI dan PT Sampoerna Agro, Sepanjang 6,7 Kilometer Jalan Desa Diperbaiki

×

Sinergi Pemkab OKI dan PT Sampoerna Agro, Sepanjang 6,7 Kilometer Jalan Desa Diperbaiki

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, OKI – Di tengah keterbatasan anggaran daerah, infrastruktur desa kerap tersandera. Perbaikan jalan sepanjang 6,7 kilometer di Mesuji Makmur menjadi bukti bagaimana uluran tangan perusahaan seperti PT Sampoerna Agro bisa mempercepat pembangunan.

Jalan sepanjang 6,7 kilometer yang membentang di Desa Bina Karsa, Bina Tani, hingga Mesuji Jaya, Kecamatan Mesuji Makmur, kini tak lagi jadi kubangan penuh lubang. Setelah bertahun-tahun dibiarkan rusak di 21 titik, perbaikan akhirnya digerakkan lewat kolaborasi pemerintah daerah dengan PT Sampoerna Agro.

Perusahaan perkebunan ini menurunkan sederet alat berat grader, backhoe loader, vibro, hingga dump truck untuk menggarap jalan yang selama ini jadi urat nadi warga. Program ini dikemas dalam Corporate Social Responsibility (CSR).

Bupati Ogan Komering Ilir, Muchendi menyebut perbaikan itu sebagai contoh tanggung jawab yang seharusnya jadi standar di daerah kaya perkebunan. “Jalan-jalan yang rusak ini bukan hanya dilewati warga, tapi juga angkutan perusahaan. Maka perusahaan punya kewajiban moral ikut menjaga,” kata Muchendi.

Bagi masyarakat, perbaikan jalan lebih dari sekadar kenyamanan berkendara. Mobilitas hasil tani lebih lancar, anak sekolah tak lagi terlambat karena terjebak di jalan rusak, dan ongkos transportasi bisa ditekan.

Kerja sama pemerintah daerah dengan perusahaan ini menegaskan bahwa infrastruktur dasar di sejumlah desa masih menunggu uluran tangan pihak ketiga.

Supriyanto, wakil bupati, ikut meninjau langsung. Baginya, urusan infrastruktur tidak bisa digantungkan pada kas daerah semata. “Membangun daerah bukan pekerjaan pemerintah sendirian. Harus ada kebersamaan antara masyarakat, pemerintah, dan swasta,” ucapnya.

Sampoerna Agro lewat manajer CSR Fajar Suryono, mencoba menepis anggapan bahwa langkah ini sebatas pencitraan. Ia menekankan, partisipasi perusahaan adalah bentuk hubungan jangka panjang dengan warga di sekitar perkebunan. “Kami ingin kontribusi ini membawa manfaat nyata, bukan sesaat,” pungkasnya.