MATTANEWS.CO, OKI – Kebijakan terbatasnya ruang fiskal, Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) memilih tetap menapak di jalur kebijakan pro rakyat. Arah pembangunan daerah kini diselaraskan dengan delapan agenda besar nasional atau Asta Cita Presiden RI.
Komitmen itu disampaikan Bupati OKI, H. Muchendi Mahzareki, dalam Sidang Paripurna HUT ke-80 Kabupaten OKI. Ia membeberkan serangkaian program yang langsung menyentuh kebutuhan dasar warga, mulai dari layanan kesehatan gratis hingga pembukaan lapangan kerja baru.
“Kami tidak ingin tekanan fiskal menjadi alasan untuk berhenti melayani rakyat. Justru di saat seperti ini, keberpihakan diuji,” ujarnya Sabtu (11/10).
Langkah-langkah tersebut menunjukkan arah baru pemerintahan daerah yakni tetap berpihak pada rakyat, sekaligus menyambung visi pembangunan nasional.
Pemkab OKI juga mengklaim telah memperluas jangkauan layanan kesehatan dasar melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Hingga tahun ini, program tersebut menjangkau 17.119 warga dewasa dan 47.080 anak sekolah.
Kebijakan ini melengkapi sistem Jaminan Kesehatan Semesta (UHC Prioritas), di mana seluruh penduduk OKI otomatis terdaftar sebagai peserta tanpa masa tunggu aktivasi.
“Kesehatan bukan sekadar urusan teknis pelayanan, tapi hak moral yang wajib dijamin negara,” kata Muchendi.
Gizi Anak Sekolah dan Swasembada Pangan
Pemerintah juga memperluas jaring perlindungan sosial melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sudah dinikmati 111.329 pelajar.
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan kualitas tumbuh kembang anak, sekaligus investasi bagi sumber daya manusia masa depan.
Di sektor pangan, OKI menunjukkan ambisi mendukung target swasembada nasional. Tahun ini, pemerintah daerah membuka 11.672 hektare lahan sawah baru, memperbaiki 9.221 hektare sawah eksisting, dan menyalurkan 20.177 ton pupuk kepada petani. Tak kurang dari 1.396 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) diserahkan langsung ke kelompok tani.
Hasilnya, produksi gabah meningkat dari 469 ribu ton menjadi 538 ribu ton. Surplus beras mencapai 257 ribu ton,
“Kami ingin petani tidak hanya bertahan hidup, tapi sejahtera,” ujar Muchendi.
Sektor perkebunan pun disentuh dengan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Hingga 2025, luas area yang diremajakan mencapai 36.674 hektare. Sebanyak 2.697 petani mendapat bantuan sarana prasarana, dan 72 anak pekebun menerima Beasiswa SDM Kelapa Sawit.
Menurut Muchendi, pendidikan adalah cara paling berkelanjutan untuk memperkuat ekonomi keluarga pekebun,
“Bibit unggul bisa habis panen, tapi anak-anak berpendidikan akan menanam kesejahteraan baru,” ujarnya.
Dalam situasi fiskal yang menantang, Pemkab OKI memilih memperkuat fondasi sosial dan produktif, bukan sekadar menjaga keseimbangan anggaran.
Untuk menekan kemiskinan, Pemkab OKI menyalurkan bantuan Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni. Tahun ini tercatat 346 rumah diperbaiki lewat Program BSPS, 175 unit dari APBD, dan 8 unit lewat zakat Baznas.
Namun, Muchendi menegaskan, kebijakan karitatif tidak cukup. Pemerintah, katanya, harus membuka akses agar warga bisa berdiri di atas kakinya sendiri.
“Karena itu, pada momentum HUT ke-80, Pemkab OKI gelar Job Fair yang menawarkan 737 lowongan kerja dalam negeri dan 2.275 peluang kerja luar negeri. Job Fair ini bukan sekedar seremoni. Namun ikhtiar membuka pintu kesuksesan anak muda OKI,” tandasnya.














