BERITA TERKINI

Pencarian Kelvin Febriansyah Dihentikan Sementara, Harapan Masih Menyala di Tengah Duka

×

Pencarian Kelvin Febriansyah Dihentikan Sementara, Harapan Masih Menyala di Tengah Duka

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, MUSI RAWAS– Setelah satu minggu penuh upaya pencarian yang melelahkan, Tim SAR Gabungan akhirnya menghentikan sementara proses pencarian terhadap Kelvin Febriansyah (16), pelajar SMK asal Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas, yang dilaporkan jatuh ke Sungai Kelingi dari atas Jembatan Muara Beliti pada Minggu, 5 Oktober 2025.

Penghentian pencarian ini diumumkan secara resmi dalam konferensi pers yang digelar di Kelurahan Muara Beliti, Kecamatan Muara Beliti, Sabtu (11/10). Hadir dalam konferensi pers tersebut sejumlah pihak terkait, termasuk perwakilan Basarnas, BPBD, Tagana, TNI/Polri, serta tokoh masyarakat dan keluarga korban.

Kapolsek Muara Beliti, Iptu Mimin Wijaya, dalam keterangannya menjelaskan bahwa penghentian ini bersifat sementara, sesuai dengan prosedur operasional standar (SOP) pencarian korban hilang. Ia menegaskan bahwa meski pencarian aktif dihentikan, tim tetap akan melakukan pemantauan intensif di lapangan.

“Tim SAR Gabungan dari Basarnas, BPBD, Tagana, TNI dan Polri telah bekerja maksimal selama tujuh hari penuh. Namun hingga hari ketujuh, hasilnya masih nihil. Sesuai SOP, pencarian dihentikan sementara, namun pemantauan akan tetap dilakukan,” ujar Iptu Mimin.

Senada dengan itu, perwakilan dari Basarnas juga menyampaikan bahwa selama tujuh hari pencarian, tim telah menyisir aliran Sungai Kelingi sejauh 50 kilometer, hingga ke wilayah sebelum Muara Kelingi. Namun derasnya arus sungai dan kondisi air yang keruh menyulitkan proses pencarian.

“Kami telah menyisir area dari titik jatuh korban hingga radius 50 km. Arus sungai saat ini cukup deras dengan air berwarna kecoklatan, menyulitkan visibilitas dan pencarian secara manual. Namun kami tetap siaga, apabila ada laporan dari masyarakat atau keluarga, kami siap turun kembali,” ujar salah satu petugas Basarnas.

Keluarga korban, dalam suasana penuh haru, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam proses pencarian sejak hari pertama. Mereka juga meminta kepada masyarakat luas untuk memberikan informasi apabila melihat atau menemukan tanda-tanda keberadaan Kelvin.

Sementara itu, tokoh agama setempat, yang mewakili masyarakat Muara Beliti, turut menyampaikan apresiasi kepada semua elemen yang terlibat dalam pencarian. Ia juga mengajak seluruh warga untuk tetap mendoakan agar Kelvin bisa segera ditemukan, dalam keadaan apapun.

“Kami semua merasa kehilangan dan berduka atas kejadian ini. Mari kita doakan bersama agar Kelvin segera ditemukan, dan semoga keluarga diberikan kekuatan dan keikhlasan dalam menghadapi cobaan ini,” ucap sang tokoh agama.

Insiden tragis ini bermula pada Minggu, 5 Oktober 2025, sekitar pukul 11.45 WIB. Saat itu, Kelvin Febriansyah mengendarai sepeda motor Honda CBR BG 3104 HAB milik temannya, Andre (17), warga Durian Remuk. Tujuannya adalah mengantarkan sang ibu, Mus, pulang ke rumah.

Usai mengantar ibunya, Kelvin berniat mengembalikan sepeda motor tersebut ke Andre. Namun dalam perjalanan melintasi Jembatan Muara Beliti, diduga ia kehilangan kendali hingga akhirnya jatuh ke Sungai Kelingi yang saat itu tengah meluap dan memiliki arus deras.

Sejak saat itulah pencarian intensif dilakukan oleh tim gabungan, dimulai dari lokasi kejadian dan menyusuri aliran sungai. Namun, hingga hari ketujuh, jasad Kelvin belum ditemukan.

Meskipun pencarian aktif telah dihentikan, harapan untuk menemukan Kelvin masih tetap menyala. Tim SAR siap kembali ke lapangan jika ada laporan dari masyarakat. Sementara itu, keluarga dan warga Muara Beliti hanya bisa berharap dan berdoa agar remaja 16 tahun itu segera ditemukan.