BERITA TERKINIHEADLINEPEMERINTAHAN

Gubernur Herman Deru Minta Bupati OKI Pilah Belanja dan Prioritaskan Janji Politik

×

Gubernur Herman Deru Minta Bupati OKI Pilah Belanja dan Prioritaskan Janji Politik

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, OKI – Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru meminta pemerintah daerah di Sumsel, termasuk Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), untuk lebih selektif dalam menggunakan anggaran menyusul adanya potensi penurunan transfer dana dari pemerintah pusat.

Hal itu disampaikan Deru dalam pidatonya pada Rapat Paripurna Istimewa DPRD OKI dalam rangka Hari Jadi Kabupaten OKI ke-80, Sabtu (11/10/2025), di Kayuagung.

“Bukan efisiensinya yang harus didengungkan, tapi bagaimana cara kita menghadapinya. Memilah belanja yang perlu dan tidak perlu. Sebagai pejabat politik, janji kita kepada masyarakat itu yang super prioritas,” kata Deru.

Rapat paripurna HUT ke-80 Kabupaten OKI yang juga dihadiri oleh berbagai kepala daerah di Provinsi Sumatera Selatan, juga terlihat jajaran Forkopimda, anggota DPRD, tokoh masyarakat, dan perwakilan instansi vertikal lainnya,

Gubernur menekankan agar kepala daerah menempatkan program yang berorientasi langsung kepada masyarakat sebagai prioritas utama di tengah keterbatasan fiskal.

“Janji politik kepala daerah merupakan komitmen moral yang wajib dijaga meskipun dalam kondisi anggaran yang ketat,” ujarnya.

Pidato Deru disampaikan setelah laporan Bupati OKI Muchendi yang menyebutkan adanya penyusutan transfer pusat terhadap OKI pada tahun anggaran 2026 sebesar Rp241 miliar dibandingkan tahun sebelumnya.

Deru menegaskan pentingnya kerja sama antara eksekutif, legislatif, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan fiskal. “Setiap elemen di daerah harus saling menguatkan, mempererat kerukunan dan kerja sama agar persoalan pembangunan dapat dihadapi bersama,” ujarnya.

Herman Deru juga mengingatkan agar pemerintah daerah tidak terjebak dalam proyek-proyek seremonial atau belanja yang tidak berdampak langsung kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa kebijakan pembangunan harus fokus pada sektor prioritas seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar, dan perlindungan sosial.

“Anggaran yang terbatas bukan alasan untuk mengabaikan janji kepada rakyat. Justru di situ ujian kepemimpinan,” tutupnya.