PEMERINTAHAN

Kolam Retensi Baru di Kota Jambi, Solusi Banjir dan Destinasi Wisata

×

Kolam Retensi Baru di Kota Jambi, Solusi Banjir dan Destinasi Wisata

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, JAMBI — Pemerintah Kota Jambi terus berupaya mengatasi persoalan banjir yang kerap melanda kawasan padat penduduk. Wali Kota Jambi, Maulana bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, serta perwakilan Kantor ATR/BPN Kota Jambi, meninjau lokasi pembangunan kolam retensi di kawasan Perumahan Griya Lingga Permai, Pall 5 Kota Jambi, Senin (13/10/2025).

Proyek ini digadang-gadang menjadi salah satu program strategis Pemkot Jambi dalam upaya menanggulangi banjir di kawasan Sistem Asam, yang selama ini menjadi langganan genangan setiap musim hujan.

“Alhamdulillah, masyarakat sangat mendukung program ini. Kita harapkan pembangunan kolam retensi seluas kurang lebih 9 hektare ini mampu menanggulangi banjir yang sering terjadi setiap tahun,” ujar Maulana usai meninjau lokasi.

Ia menjelaskan, proses pengukuran telah dilakukan terhadap lahan terdampak seluas 97.053 meter persegi, mencakup 51 sertifikat tanah, di mana 15 di antaranya merupakan rumah warga, dan sisanya berupa lahan kosong. Pemerintah, kata Maulana, memastikan seluruh warga akan memperoleh kompensasi sesuai hak mereka.

“Target kami bulan November sudah ground breaking, agar penggalian bisa dimulai sebelum musim hujan tiba. Biasanya Februari sudah mulai turun hujan, jadi kita harus bergerak cepat,” tambahnya.

Salah satu warga, Risky, mengaku sangat bersyukur dengan rencana pembangunan kolam retensi tersebut.

“Selama ini rumah kami selalu kebanjiran. Mau dijual pun susah karena rawan banjir. Kami sangat berterima kasih dengan program ini,” ujarnya.

Proyek kolam retensi yang ditargetkan rampung pada Mei 2026 itu akan memiliki luas 83.000 meter persegi, dengan kedalaman rata-rata 1,8 meter dan volume tampungan air mencapai 99.600 meter kubik.

Total anggaran yang dikucurkan mencapai Rp.75 miliar, dengan rincian Rp.45 miliar dari APBN, Rp.25 miliar dari APBD Provinsi Jambi, dan Rp.5 miliar dari APBD Kota Jambi.

Namun, proyek ini tak hanya berfungsi sebagai penampungan air. Pemkot Jambi juga berencana menjadikannya ruang publik terpadu dengan jalur pedestrian, taman kota, area kuliner, dan arena olahraga.

“Jika terealisasi, kawasan ini akan menjadi destinasi wisata baru Kota Jambi, lengkap dengan jogging track sepanjang dua kilometer dan penerangan di setiap 50 meter,” jelas Maulana.

Terkait potensi gesekan dalam pembebasan lahan, Maulana menegaskan pendekatan humanis dan transparan akan dikedepankan.

“Kita lakukan komunikasi, verifikasi dokumen kepemilikan, dan pastikan semua proses berjalan adil,” tegasnya.

Maulana berharap, kolam retensi ini bukan sekadar infrastruktur, tapi juga simbol kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.

“Mohon doa agar semua berjalan lancar. Danau ini akan memperindah wajah kota, mengurangi banjir hingga 60 persen, serta mendorong pertumbuhan ekonomi warga,” pungkasnya. (*)