MATTANEWS.CO, CIAMIS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis menegaskan komitmennya, dalam memperkuat pendidikan agama dan pembinaan karakter bagi generasi muda sebagai langkah strategis mencegah terjadinya degradasi moral di kalangan pelajar.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Ciamis, Anwar Sholahudin, mewakili Bupati Ciamis, menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan “Sosialisasi Pencegahan Degradasi Moral Generasi Muda Melalui Pendidikan Agama dan Penguatan Karakter” yang berlangsung di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin, Desa Kujang, Kecamatan Cikoneng, Rabu (29/10/2025).
Dalam sambutannya, Anwar menegaskan, pendidikan agama harus menjadi benteng utama dalam menghadapi derasnya arus pengaruh negatif global, terutama yang datang melalui penggunaan gawai dan media sosial.
“Pengaruh luar sangat dominan. Banyak orang tua yang memberikan handphone kepada anak agar diam, tanpa disadari hal itu justru membuat anak lebih patuh pada HP daripada pada orang tua,” ujar Anwar.
Fenomena tersebut, lanjutnya, turut berkontribusi pada meningkatnya kasus degradasi moral, kekerasan, hingga pelecehan antar pelajar di Kabupaten Ciamis.
Kolaborasi dengan Berbagai Pihak
Sebagai langkah konkret, Pemkab Ciamis menggandeng berbagai pihak seperti tokoh agama, ulama, kepolisian, serta pemerhati anak dalam upaya pencegahan dan penanganan kasus degradasi moral di daerah.
“Kami telah bersilaturahmi dengan para kiai, ulama, tokoh masyarakat, pemerhati anak, dan kepolisian. Dari pertemuan itu banyak muncul gagasan penting untuk memperkuat nilai moral pelajar,” jelas Anwar.
Peran Strategis Pesantren
Anwar juga menegaskan bahwa pondok pesantren memiliki peran strategis dalam membangun moralitas dan karakter generasi muda.
Oleh karena itu, kegiatan sosialisasi difokuskan di lingkungan pesantren agar para santri, kiai, dan pengurus dapat memperkuat ketahanan moral terhadap pengaruh negatif dari luar.
“Pesantren adalah pondasi moral bangsa. Di dalamnya terdapat santri dan kiai yang bisa menjadi pencerah dan teladan bagi masyarakat,” urainya.
Meski demikian, Anwar mengakui bahwa tantangan masih ada, termasuk potensi munculnya kasus kekerasan di lingkungan pendidikan. Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin kasus tersebut mencoreng citra pesantren.
“Jangan sampai pesantren yang sejatinya benteng moral justru dipersepsikan negatif. Karena itu, pengawasan dan pembinaan santri harus terus diperkuat,” ujarnya.
Anwar menambahkan, kegiatan sosialisasi akan dilaksanakan secara bertahap mengingat jumlah pesantren di Kabupaten Ciamis mencapai sekitar 500 lembaga. Untuk tahap awal, kegiatan difokuskan pada pesantren yang tergabung dalam Forum Pondok Pesantren (FPP).
“Anggaran masih terbatas, sehingga kegiatan belum bisa menjangkau seluruh pesantren. Namun kami berharap pesantren percontohan dapat menularkan hasil sosialisasi ini ke lingkungan sekitarnya,” urainya.
Harapan untuk Generasi Muda
Melalui kegiatan ini, Pemkab Ciamis berharap seluruh elemen masyarakat mulai dari lembaga pendidikan, keluarga, hingga masyarakat luas dapat bersinergi menanamkan nilai-nilai agama dan karakter kuat bagi generasi muda.
“Kami ingin generasi muda Ciamis tumbuh dengan keimanan, akhlak, dan tanggung jawab sosial yang kuat agar mampu menghadapi tantangan zaman,” tukas Anwar.














