MATTANEWS.CO, PRABUMULIH – Pemerintah Kota (Pemkot)Prabumulih melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap penanganan stunting. Sebanyak 30 balita berstatus stunting menerima Bantuan Makanan Tambahan (BMT) dipusatkan di Gedung Balai Karya Kelurahan Pasar 2 Kecamatan Prabumulih Utara, Rabu (5/11/2025).
Kegiatan penyaluran bantuan tersebut diharapkan mampu mendorong partisipasi masyarakat dalam upaya menekan angka stunting di Prabumulih serta memperkuat komitmen lintas sektor dalam mewujudkan generasi sehat dan produktif.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota (Wako) Prabumulih, H Arlan, didampingi Ketua TP PKK Hj. Linda Apriana Arlan serta Kadis Ketahanan Pangan Sumarti SP MSi, juga sejumlah pejabat terkait seperti Kadinsos Drs A Heriyanto MM, Ketua PA, Kasi Intel Kejari Prabumulih Aji Martha SH, dan Kapolsek Prabumulih Barat Iptu Tomas Siswo Purnomo SH.
Dalam sambutannya, Wako Prabumulih menyampaikan bahwa penanganan stunting merupakan salah satu prioritas pembangunan sumber daya manusia di Kota Nanas.
“Hari ini kita menyalurkan bantuan bagi anak-anak penderita stunting di Bumi Seinggok Sepemuyian. BMT ini hasil kerja sama Dinas Kesehatan, TP PKK, Posyandu, dan berbagai pihak lainnya. Stunting harus dicegah untuk masa depan Prabumulih yang lebih baik,” kata H. Arlan.
Beliau menegaskan pentingnya peran aktif Posyandu dan Puskesmas dalam mendeteksi serta menekan angka stunting sejak dini.
“Semuanya harus kompak. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan asupan gizi dan membantu pemulihan balita yang terdampak maupun pasca stunting,” pesan Wako yang akrab disapa Cak Arlan ini.
Diacara yang sama, Kadis Ketahanan Pangan menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan berupa BMT dan paket pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA).
“Ada 30 balita penerima bantuan. Ini bagian dari dukungan kami terhadap program Pemkot Prabumulih dalam menurunkan angka stunting,” kata Sumarti.
Di tempat sama, Kadinsos Prabumulih, Drs A Heriyanyo MM menambahkan, pihaknya juga menyalurkan bantuan sosial untuk 41 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berupa sembako dan kebutuhan dasar lainnya.
“Dari total itu, 30 di antaranya balita stunting dan 11 lainnya pasca stunting. Ini bentuk perhatian dan keseriusan Pemkot bersama seluruh OPD dalam menekan angka stunting di Kota Migas ini,” pungkasnya.














