MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Ibnu Nabil Shaky, siswa kelas 7 ditemukan tewas, di selokan, persis belakang Sekolah SMP Negeri 26 Palembang Jalan H Sanusi Lorong Mekari, Sukarame, Palembang, Kamis (5/11/2025) pukul 10.30 WIB.
Informasi yang didapat dari lokasi kejadian, korban ditemukan dalam posisi tertelungkup, masih menggunakan seragam sekolah lengkap, namun tidak memakai alas kaki, saat jam istirahat sekolah.
Kapolsek Sukarami, Kompol Alex Andriyan S Kom mengatakan, pihak kepolisian sudah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
“Kami mendapat laporan sekitar pukul 11.00 WIB, dimana ada siswa yang meninggal. Kami langsung berkoordinasi dengan tim Inafis dan Satreskrim Polrestabes Palembang, untuk mengecek TKP,” jelasnya.
Kapolsek menjelaskan, pihaknya masih menyelidiki kejadian ini.
“Kami masih kumpulkan data dan keterangan saksi-saksi. Dari informasi yang kami Terima, semula korban bersama tiga orang temannya pada jam istirahat keluar dari lingkungan sekolah, menuju warung belakang. Dengan melintasi sela tembok sekolah yang terdapat selokan yang lumayan besar. Ketika mendekati jam pelajaran masuk, korban berusaha melompati selokan itu lagi, namun korban terpeleset dan terjatuh di selokan itu,” ujarnya.
Korban yang terpeleset, sempat dilihat teman-temanya yang lain, tapi para teman korban itu tetap masuk ke kelas.
“Dari olah TKP dan keterangan temannya ini, korban kepalanya terbentur semen pinggiran selokan. Korban masih sempat berusaha berdiri dan berjalan di selokan itu, namun korban terjatuh lagi, karena sudah bel berbunyi para temannya ini masuk kelas,” jelasnya.
Seiring jam belajar berjalan korban tidak masuk juga ke kelas, timbul kekhawatiran guru dan para temannya korban.
“Karena khawatir, maka dicek lagi ke lokasi tersebut dan korban ditemukan berjarak 5 meter dari tempat terjatuh dengan posisi kepala dan wajah sudah didalam air selokan. Korban langsung dievakuasi ke RS Bhayangkara Palembang, tapi nyawa korban tidak tertolong,” ujarnya.
Masih dikatakan Kapolsek Sukarame, korban dan teman-temannya ini sempat bertemu dengan warga di dekat selokan tersebut.
“Ya sempat ketemu warga, lalu ditegur warga karena dipikir warga masih jam sekolah, jadi mereka kabur cepat kembali ke kelas yang juga sudah jam masuk kelas,” tandasnya.














