BERITA TERKINIHEADLINEHUKUM & KRIMINALNUSANTARA

BKHIT Kalbar, Bea Cukai dan BNPP Lepasliarkan Burung Serindit Melayu

×

BKHIT Kalbar, Bea Cukai dan BNPP Lepasliarkan Burung Serindit Melayu

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Hutan tropis di perbatasan Kalimantan Barat kembali hidup dengan kicauan serindit melayu yang kembali ke alam bebas di perbatasan Indonesia – Malaysia Nanga Badau, Kecamatan Badau Kabupaten Kapuas Hulu, Kamis (20/11/2025).

Perlu diketahui, burung paruh bengkok kecil dengan status Apendix II tersebut dilepasliarkan oleh BKHIT Kalimantan Barat bersama dengan Bea Cukai dan BNPP untuk menegaskan komitmen dalam menjaga kelestarian burung Serindit Melayu di habitat aslinya.

Sebelumnya, pejabat karantina BKHIT Kalimantan Barat Satuan Pelayanan PLBN Nanga Badau melakukan penahanan terhadap 4 ekor burung Serindit Melayu (Loriculus galgulus) yang masuk dari Malaysia tanpa dilengkapi dokumen resmi.

Berkolaborasi dengan Bea Cukai Nanga Badau, 4 ekor burung tersebut ditemukan di bagian dalam mobil, dengan sangkar yang terbungkus kain.

Penahanan dilakukan sebagai bentuk pengawasan terhadap lalu lintas satwa liar di perbatasan, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan.

Burung Serindit Melayu termasuk dalam Apendiks II CITES sehingga peredarannya wajib diawasi secara ketat untuk mencegah eksploitasi dan menjaga keberlangsungan populasinya di alam.

Setelah melakukan koordinasi dengan pihak KSDA Resor Putusibau, serta melalui proses pemeriksaan karantina dan dinyatakan sehat, satwa-satwa tersebut kemudian dikembalikan ke habitat alaminya di kawasan hutan sekitar PLBN Badau.

“Sebelum melakukan pelepasliaran, kami selaku dokter hewan karantina melakukan pemeriksaan klinis terhadap kesehatan 4 burung tersebut. Setelah dinyatakan sehat, barulah satwa tersebut dapat dilepasliarkan ke alam liar yang merupakan habitat aslinya,”jelas drh. Cory yang merupakan pejabat karantina di satpel PLBN Badau.

Kegiatan pelepasliaran turut dihadiri oleh perwakilan dari Bea Cukai dan BNPP, sebagai bentuk sinergi antar lembaga dalam menjaga keamanan hayati wilayah perbatasan.

Kehadiran berbagai pihak ini menegaskan pentingnya kolaborasi dalam melindungi satwa liar dan lingkungan.

Di tempat terpisah, Amdali Adhitama selalu kepala BKHIT Kalimantan Barat mengapresiasi giat kolaborasi di perbatasan ini.

“Melalui rangkaian tindakan ini, kami bersinergi bersama BNPP, KSDA dan CIQ untuk berkomitmen dalam mengawal lalu lintas satwa liar, menjaga kesehatan hewan, dan mendukung upaya konservasi di kawasan perbatasan,” tukas Amdali.

Langkah ini menjadi bagian penting dari upaya menjaga keanekaragaman hayati dan memastikan satwa sehat yang kembali ke alam bebas.