BERITA TERKINIHEADLINEHUKUM & KRIMINAL

PH Paparkan Kondisi LF Masih Trauma Berat, Polisi Diminta Cepat Bertindak

×

PH Paparkan Kondisi LF Masih Trauma Berat, Polisi Diminta Cepat Bertindak

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Titis Rachmawati didampingi M Novel Suwa, Penasehat hukum LF (20), mahasiswi Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP),

korban diduga mengalami pelecehan seksual oknum dosen berinisial HM, memaparkan kondisi kliennya masih trauma berat, Kamis (8/1/2026).

“Kondisi klien kami masih trauma mendalam. Butuh waktu cukup lama dalam pemulihan. Dari itu, kami akan bersurat ke Polrestabes Palembang dan Polda Sumatera Selatan, agar cepat bertindak, menangani kasus ini secara cepat dan serius,” ungkap Titis Rachmawati, saat ditemui di kantornya di Jalan Kapten A Rivai, Kecamatan Ilir Barat I Palembang, Rabu (7/1/2026) sore.

Dijelaskan Titis Rachmawati, pihaknya telah bertemu langsung dengan korban dan keluarganya.

“Saya sudah bertemu korban bersama orang tuanya, mendengarkan ceritanya dan meyakinkan bahwa perbuatan itu memang ada. Saya melihat dia sangat trauma dan sangat membutuhkan penyembuhan,” ujar

Terlebih lagi, lanjutnya, terlapor berprofesi sebagai dosen, bahkan berprofesi ganda sebagai dosen dan advokat.

“Saya sedih, selain dosen dia juga advokat. Advokat itu pelindung masyarakat. Citra profesi kami ikut tercoreng. Meski demikian, kami tetap menjunjung asas praduga tak bersalah. Ini sudah meresahkan. Dosen seharusnya menjadi panutan dan orang tua bagi mahasiswa. Jika tidak segera ditindaklanjuti, ini akan mencoreng nama baik kampus,” tegas Titis.

Titis menegaskan, pihaknya akan membawa korban ke psikolog dan psikiater untuk pemulihan kondisi mental.

Upaya tersebut, lanjutnya, akan dilakukan secara mandiri, karena proses pemulihan trauma membutuhkan waktu panjang dan tidak mudah.

“Saya tahu mana orang yang benar-benar trauma dan mana yang sekadar mencari keuntungan. Kalau trauma, pemulihannya tidak mudah. Selain ke psikolog, kami juga akan ke psikiater. Beberapa hari ini korban sering menangis, emosinya terganggu dan sulit tidur,” jelasnya.