BeritaBERITA TERKINIHEADLINENUSANTARA

Gajah Liar Kembali Hantui Warga Tri Anggun Jaya, Kebun Rusak dan Warga Takut Beraktivitas

×

Gajah Liar Kembali Hantui Warga Tri Anggun Jaya, Kebun Rusak dan Warga Takut Beraktivitas

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, MUSI RAWAS– Teror kawanan gajah liar kembali menghantui warga Desa Tri Anggun Jaya (SP5 HTI), Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas (Mura). Kawanan satwa dilindungi dengan jumlah lebih dari 20 ekor tersebut dilaporkan kembali masuk ke areal perkebunan warga dan menyebabkan kerusakan parah terhadap tanaman karet dan sawit milik masyarakat.

Sekretaris Desa (Sekdes) Tri Anggun Jaya, Parsono, mengungkapkan bahwa kemunculan kawanan gajah liar ini sudah berlangsung hampir sepekan terakhir. Hewan berukuran besar itu secara rutin masuk ke kebun warga dan membuat masyarakat setempat diliputi rasa takut.

“Masuk ke kebun warga sudah hampir satu pekan ini,” kata Parsono saat dikonfirmasi awak media, Senin (20/1/2026).

Menurutnya, teror kawanan gajah liar tersebut sangat meresahkan, lantaran lokasi perkebunan yang menjadi sasaran berada tidak jauh dari pemukiman penduduk. Kondisi ini membuat warga khawatir akan keselamatan mereka, terlebih saat beraktivitas di luar rumah.

“Jarak kebun dengan pemukiman warga itu dekat, jadi warga benar-benar ketakutan,” ujarnya.

Parsono menjelaskan, kemunculan kawanan gajah liar kali ini memiliki perbedaan yang cukup mencolok dibandingkan kejadian sebelumnya. Jika sebelumnya gajah-gajah tersebut hanya masuk ke kebun warga pada malam hari, kini mereka justru terlihat beraktivitas sejak pagi hari.

“Yang bikin kami aneh itu, sekarang kawanan gajah liar ini sekitar pukul 07.00 WIB pagi sudah masuk ke kebun warga. Biasanya kan kalau malam mereka masuk,” ungkapnya.

Akibat masuknya kawanan gajah liar ke areal perkebunan, kerusakan tanaman pun tak terhindarkan. Parsono menyebutkan, banyak tanaman karet dan sawit milik warga yang rusak bahkan roboh akibat diinjak dan dirusak oleh kawanan gajah tersebut.

“Pohon karet dan sawit banyak yang rusak. Pohon karetnya roboh semua,” jelasnya.

Untuk meminimalisir kerusakan yang lebih parah, warga setempat telah berupaya mengusir kawanan gajah liar tersebut dengan cara sederhana. Warga berteriak serta menggunakan mercon spirtus untuk menakuti hewan-hewan tersebut agar menjauh dari kebun.

“Warga sudah coba mengusirnya dengan cara diteriaki dan pakai mercon spirtus. Tapi kawanan itu masih balik lagi,” kata Parsono.

Bahkan, dalam beberapa kejadian, upaya pengusiran tersebut justru berisiko membahayakan warga. Kawanan gajah liar sempat mengejar warga yang mencoba mendekat untuk menghalau mereka.

“Kadang justru waktu kami usir, kami yang dikejar. Jadi jarak warga mengusir dengan kawanan gajah liar itu cukup jauh, karena warga juga takut,” tambahnya.

Parsono juga mengungkapkan bahwa jumlah kawanan gajah liar yang masuk ke kebun warga diperkirakan mencapai lebih dari 20 ekor. Namun, ia menduga jumlah sebenarnya bisa lebih banyak karena terdapat rombongan lain di lokasi berbeda.

“Yang kami giring itu sekitar 20 ekor, namun di tempat lain juga ada rombongan gajah yang lain,” tegasnya.

Keberadaan kawanan gajah liar ini membuat sebagian warga memilih untuk tidak pergi ke kebun demi keselamatan. Meski demikian, masih ada warga yang terpaksa tetap beraktivitas karena menggantungkan hidup dari hasil kebun mereka.

“Ada yang takut ke kebun, tapi ada juga yang tetap nekat beraktivitas di kebun,” ucap Parsono.

Atas kondisi tersebut, warga Desa Tri Anggun Jaya berharap adanya perhatian serius dari pihak terkait, baik pemerintah daerah maupun instansi yang membidangi konservasi satwa liar. Warga meminta bantuan untuk menangani dan mengusir kawanan gajah liar agar tidak kembali masuk ke areal perkebunan dan pemukiman.

“Harapan warga, pihak terkait bisa turun tangan membantu. Supaya masyarakat bisa hidup dengan tenang dan nyaman, serta tidak terus-menerus dihantui rasa takut,” pungkasnya.