BERITA TERKINIHEADLINENUSANTARAPEMERINTAHAN

Pemkot Jambi Garap Kampung Batik Melayu Kuno, Target Tuntas Oktober 2026

×

Pemkot Jambi Garap Kampung Batik Melayu Kuno, Target Tuntas Oktober 2026

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, JAMBI — Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi kian serius mengembangkan adat dan budaya Melayu di Tanah Pilih Pusako Betuah. Salah satu langkah konkret dilakukan dengan mengoptimalkan kawasan tematik berbasis Melayu Kuno di Kampung Batik, Kelurahan Ulu Gedong, Kecamatan Danau Teluk.

Komitmen tersebut dipertegas melalui Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Selasa pagi (20/1/2026) di Ruang Rapat Wali Kota Jambi. FGD dipimpin langsung oleh Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, serta dihadiri jajaran terkait Pemkot Jambi, Baznas Kota Jambi, Ketua RT, tokoh masyarakat dan tokoh agama.

Wali Kota Maulana menegaskan, pengembangan Kampung Batik akan dilakukan secara berkelanjutan dan terintegrasi, dengan menempatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal sebagai kunci utama.

“Pemberdayaan ekonomi itu penting. Kalau masyarakat tidak dilibatkan dan tidak merasakan manfaat langsung, program ini tidak akan berjalan,” tegas Maulana.

Ia menjelaskan, pengembangan kawasan Kampung Batik akan mencakup pembangunan rumah adat Melayu, pusat kuliner khas Melayu, hingga guest house. Rumah-rumah tua di kawasan tersebut direncanakan disulap menjadi bangunan bernuansa heritage atau castle yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat menginap wisatawan.

Menurut Maulana, proyek ini merupakan bagian dari visi besar Pemkot Jambi dalam membangun kampung-kampung tematik berbasis kearifan lokal, khususnya di kawasan Danau Teluk dan Pelayangan yang memiliki kekhasan budaya Melayu.

“Ini mimpi kita bersama, memanfaatkan kawasan Danau Teluk dan Pelayangan sebagai wajah budaya Melayu Kota Jambi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Maulana menyebut pengembangan Kampung Batik akan disinergikan dengan Program Kampung Bahagia (100 juta per RT) serta dukungan Baznas RI, dengan pendekatan pembangunan berbasis gotong royong atau community development.

Dari sisi keamanan dan kenyamanan kawasan, Pemkot Jambi juga akan memasang CCTV di titik-titik rawan, selain memperkuat koordinasi dengan masyarakat setempat.

“Target kita pembangunan kawasan ini rampung Oktober 2026. Bulan tersebut Kota Jambi menjadi tuan rumah agenda nasional Health Summit yang akan dihadiri sekitar 3.000 tamu dari seluruh Indonesia,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Baznas Kota Jambi Dr. Muhammad Padli menyampaikan optimisme terhadap terwujudnya Kampung Batik sebagai kawasan wisata terpadu.

“Mudah-mudahan dengan semangat kebersamaan, kawasan Seberang ini bisa terintegrasi menjadi wisata batik, wisata kuliner, dan wisata sejarah,” ungkapnya.

Dukungan juga datang dari masyarakat setempat. Ketua RT 07 Kelurahan Ulu Gedong Yahya Anang menyambut baik rencana pengembangan kawasan yang melibatkan warga secara langsung.

“Kami sangat antusias. Kampung Batik ini melibatkan RT 5, 6, dan 7. Kami juga telah mengusulkan pembangunan gapura Kampung Batik, perbaikan jalan, serta penataan Taman Gelang yang berpotensi menjadi objek wisata baru,” tukas Yahya.