MATTANEWS.CO, BATANG HARI – Pemerintah Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi, meluncurkan kegiatan Gebyar Anak dan Orang Tua yang dilaksanakan secara serentak di delapan kecamatan mulai 19 hingga 24 Januari 2025. Program ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat pelayanan kesehatan ibu dan anak serta upaya pencegahan stunting.
Peluncuran kegiatan tersebut digelar bersamaan di Kecamatan Bajubang, Muara Bulian, Maro Sebo Ilir, Batin XXIV, Mersam, Maro Sebo Ulu, Muara Tembesi, dan Pemayung. Seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan di posyandu masing-masing kecamatan sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat.
Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arief, di Muara Bulian, Selasa, menyampaikan bahwa Gebyar Anak dan Orang Tua merupakan kegiatan pertama yang dilaksanakan secara terpadu di Kabupaten Batang Hari. Program ini menyasar anak-anak, ibu hamil, dan balita sebagai kelompok prioritas dalam pembangunan sumber daya manusia.
“Dari kegiatan itu agar anak-anak, ibu hamil, dan balita di Batang Hari benar-benar siap menjadi generasi emas yang sehat, cerdas, dan kuat,” katanya.
Menurut Bupati, Gebyar Anak dan Orang Tua merupakan upaya untuk menyatukan seluruh peran dan potensi dalam membangun kualitas generasi masa depan, khususnya dalam pencegahan stunting. Selama ini, penanganan stunting dinilai masih berjalan secara terpisah dan belum terintegrasi secara optimal.
“Selama ini dilakukan secara parsial. Pemerintah jalan sendiri, perusahaan jalan sendiri, orang tua juga jalan sendiri. Kali ini kita gabungkan semua kekuatan agar stunting benar-benar hilang di Kabupaten Batang Hari,” ujarnya.
Bupati Batang Hari menargetkan dalam kurun waktu tiga tahun ke depan, Kabupaten Batang Hari dapat terbebas dari kasus stunting. Ia menegaskan bahwa target tersebut harus diiringi dengan kerja nyata serta konsistensi seluruh pihak di lapangan.
Meski baru pertama kali dilaksanakan, kegiatan Gebyar Anak dan Orang Tua direncanakan menjadi agenda rutin di seluruh posyandu se-Kabupaten Batang Hari. Untuk mendukung hal tersebut, para kepala desa dan camat diminta aktif berkoordinasi serta membina kader posyandu agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan.
Terkait data stunting, Bupati membenarkan adanya laporan dari Dinas Kesehatan yang menunjukkan peningkatan angka stunting di Kabupaten Batang Hari. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh orang tua, tenaga kesehatan, dan pemangku kepentingan terkait untuk bersama-sama berkomitmen dan mendedikasikan diri dalam membangun generasi Batang Hari yang lebih sehat di masa mendatang.














