MATTANEWS.CO, OKI – Mantan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Abdiyanto Fikri resmi mengundurkan diri dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Pengunduran diri tersebut disampaikan langsung melalui surat resmi yang diserahkan secara langsung di Sekretariat DPC Senin (26/1/2026).
Abdiyanto menyatakan, keputusannya meninggalkan PDI Perjuangan dilandasi sikap politik pribadi serta pertimbangan keluarga. Ia menegaskan bahwa langkah tersebut tidak dimaksudkan sebagai sikap negatif terhadap partai yang telah membesarkan namanya selama lebih dari dua dekade.
“Hari ini saya menyampaikan surat pengunduran diri sebagai anggota PDI Perjuangan. Mohon maaf, jangan sampai ada hal-hal yang negatif karena ini merupakan bentuk sikap politik pribadi,” ujar Abdiyanto.
Ia juga menyebutkan bahwa keputusan tersebut tidak terlepas dari dinamika internal partai, termasuk telah ditetapkannya kepengurusan baru serta keputusan partai yang memintanya untuk beristirahat dari aktivitas struktural.
Sebagai politisi yang telah menjadi anggota DPRD sejak 2004, Abdiyanto menilai dirinya memiliki tanggung jawab moral kepada masyarakat yang selama ini memberikan dukungan politik, baik dalam pemilu maupun aktivitas kampanye.
Menurutnya, interaksi yang intens dengan masyarakat perlu dijaga agar tidak menimbulkan persepsi keliru yang justru dapat berdampak negatif bagi PDI Perjuangan.
“Pengunduran diri ini bukan bentuk pengkhianatan, tetapi justru karena kecintaan saya terhadap PDI Perjuangan. Saya khawatir jika tetap berinteraksi aktif di masyarakat, akan muncul hal-hal yang tidak saya inginkan dan bisa merugikan partai,” katanya.
Seiring dengan pengunduran dirinya, Abdiyanto diketahui telah memutuskan untuk bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Langkah ini menandai perubahan arah politiknya setelah puluhan tahun berkiprah di PDI Perjuangan.
Dari perspektif politik, kepindahan Abdiyanto ke PSI dapat dibaca sebagai pertemuan antara figur senior berpengalaman dengan partai yang tengah berupaya memperkuat struktur dan basis elektoralnya. PSI, yang dikenal sebagai partai relatif baru dengan segmentasi pemilih tertentu, berpotensi memperoleh keuntungan dari pengalaman legislasi dan jaringan akar rumput yang dimiliki Abdiyanto.
Sementara itu, bagi PDI Perjuangan, mundurnya Abdiyanto mencerminkan dinamika regenerasi dan penataan internal yang terus berlangsung. Partai dihadapkan pada tantangan menjaga kesinambungan basis dukungan di tengah perubahan komposisi kader dan struktur kepemimpinan.
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Septi Darmawan membenarkan telah menerima surat pengunduran diri tersebut. Ia memastikan bahwa proses selanjutnya akan dilakukan sesuai mekanisme partai.
“Surat ini akan saya sampaikan kepada pengurus DPC dan akan ditindaklanjuti sebagaimana prosesnya,” tandasnya.














