MATTANEWS.CO, OKI – Pengunduran diri Abdiyanto Fikri dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) dipastikan tidak memengaruhi soliditas organisasi partai di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). PDI Perjuangan menegaskan roda organisasi tetap berjalan normal, termasuk agenda konsolidasi hingga ke tingkat akar rumput.
Anggota PDI Perjuangan OKI, Reno, menyampaikan bahwa keputusan Abdiyanto merupakan pilihan politik pribadi yang harus dihormati, namun tidak berkaitan dengan stabilitas internal partai. Menurutnya, PDI Perjuangan sejak awal dibangun sebagai organisasi kolektif, bukan bertumpu pada satu figur.
“Partai ini tidak bergantung pada satu orang. Siapa pun boleh datang dan pergi, tetapi PDI Perjuangan tetap berjalan dengan struktur dan kader yang ada,” kata Reno, Selasa (27/1/2026).
Saat ini, kepemimpinan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan OKI berada di bawah Febriansyah Wardana. Di bawah kepengurusan tersebut, Reno menegaskan seluruh kader tetap aktif menjalankan kerja-kerja organisasi dan politik partai.
Reno juga menyinggung arahan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDI Perjuangan, yang meminta seluruh kader tidak larut dalam polemik keluar-masuknya kader. Menurutnya, partai lebih membutuhkan kader yang disiplin, solid, dan konsisten bekerja untuk rakyat.
“Ibu Ketua Umum sudah menegaskan, PDI Perjuangan tidak membutuhkan kader yang hanya hidup dari partai, tetapi tidak bekerja untuk rakyat. Lebih baik sedikit, tetapi solid dan militan,” ujar Reno.
Namun demikian, Reno mengakui bahwa pengunduran diri Abdiyanto meninggalkan catatan emosional bagi sebagian pengurus dan kader di tingkat bawah. Terlebih, Pilkada 2024 lalu disebut menjadi momentum terakhir kebersamaan Abdiyanto dengan jajaran PDI Perjuangan OKI.
“Secara jujur, di akar rumput ada rasa menyayangkan. Pilkada 2024 kemarin adalah momen terakhir kebersamaan kami. Luka pilkada itu bagi sebagian kader belum sepenuhnya sembuh, lalu muncul kabar pengunduran diri ini,” kata Reno.
Meski demikian, Reno menegaskan partai memilih bersikap dewasa dan tidak larut dalam kekecewaan. Ia menyampaikan apresiasi atas peran Abdiyanto selama bergabung dengan PDI Perjuangan, sembari menegaskan komitmen kader untuk tetap menjaga kekompakan.
“Kami tetap mengucapkan terima kasih kepada Pak Abdiyanto atas kontribusinya selama bersama PDI Perjuangan. Ke depan, kader PDI Perjuangan dipastikan tetap kompak, solid, dan fokus bekerja untuk rakyat,” ujarnya.
Reno menambahkan, saat ini PDI Perjuangan OKI justru tengah memperkuat konsolidasi internal, termasuk persiapan musyawarah anak cabang (musancab), musyawarah ranting (musran), dan musyawarah anak ranting (musanran). Agenda tersebut diarahkan untuk membentuk kader yang lebih solid dan berorientasi pada kerja-kerja partai.
Dengan sikap tersebut, PDI Perjuangan OKI menegaskan bahwa dinamika keluar-masuk kader merupakan bagian dari proses politik, sementara komitmen partai untuk menjaga soliditas dan kerja kerakyatan tetap menjadi prioritas utama.
“Agenda partai tetap berjalan. Konsolidasi terus dilakukan, dan kami fokus menyiapkan kader yang benar-benar bekerja untuk partai dan rakyat,” tandasnya.














