NUSANTARA

Potensi Eksport Besar, Cold Storages di Aceh Tamiang Malah Minim Fasilitas

×

Potensi Eksport Besar, Cold Storages di Aceh Tamiang Malah Minim Fasilitas

Sebarkan artikel ini

Reporter : Zulfitra

Aceh Tamiang, Mattanews.co – Pabrik Cold Storage (gudang pendingin) di Kampung Raja Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang ternyata kurang berfungsi dengan baik.

Meski telah difungsikan sejak 2017 lalu, bangunan ini masih banyak kekurangannya dan belum sepenuhnya memenuhi standar yang telah ditetapkan.

Terlebih jika mendapatkan izin ekspor impor. Masih banyak fasilitas di dalam cold storages tersebut yang direnovasi. Serta sumber air yang layak yang sesuai dengan standart sebuah industri.

Zainal Abidin, pengusaha yang menjalankan cold storage mengungkapkan, bangunan itu merupakan aset milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang.

“Di sini kami merupakan perusahaan rekanan atau pengelola melalui ikatan kontrak kerjasama dengan pemerintah daerah,” katanya, Senin (9/12/2019).

Bangunan ini didirikan tahun 2016 ini merupakan bantuan dari Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) Pusat untuk Kabupaten Aceh Tamiang.

Menurutnya, meskipun dalam kondisi yang belum layak, di memberanikan diri agar cool storage berfungsi.

Sebab, keberadaan mesin pendingin ini dapat menyerap tenaga kerja dan membantu perekonomian warga sekitar. Pabrik cold storage itu juga harus memiliki pagar sebagai fasilitas keamanan.

“Prinsipnya cold storage itu harus steril, dan bangunan pagar salah satu kewajiban agar wilayah disekitar pabrik itu aman, baik dari hewan atau pun lainnya,” ucapnya.

Untuk itu, Zainal berharap kepada Pemkab Aceh Tamiang agar dapat membantu untuk memenuhi fasiltas tersebut.

Manager perusahaan cold storage juga mengungkapkan, saat ini pihaknya butuh bantuan masalah izin ekspor impor dari Pemda setempat.

Jika izin itu telah ada, maka hasil laut Aceh Tamiang nantinya akan langsung dapat di ekspor keluar negeri. Sehingga secara otomatis daerahnya akan dikenal dan mempunyai nama di negara luar.

“Dan pastinya itu juga dapat menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk pemerintah daerah sendiri. Bukan daerah lain, dan ini harapan kita. Selain itu juga akan lebih banyak lagi tenaga kerja yang akan terserap nantinya,” ujarnya

Diakuinya, penjualan belum dapat mengekspor sendiri dan hanya dapat berkutat di dalam negeri saja.

Dia berharap agar pemerintah daerah juga membantu mereka dalam proses beberapa perizinan yang belum ada saat ini.

“Padahal semua data perusahaan miliknya lengkap, serta telah mengantongi izin resmi dalam pengelolaan dan serta jual beli,” ujarnya.

Editor : Nefri