MATTANEWS.CO, OKI – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) bersama Telkomsel mulai menyusun rencana aksi pengentasan wilayah tanpa sinyal atau blank spot untuk tahun anggaran 2026. Namun, cetak biru tersebut dikritik lantaran belum menyertakan target kuantitatif serta data terbuka mengenai sebaran wilayah yang menjadi prioritas.
Rencana ini dimatangkan dalam rapat koordinasi antara Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) OKI dengan Telkomsel di Kantor Wilayah Telkomsel Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), Kamis (5/2/2026).
Pertemuan tersebut diklaim sebagai upaya memetakan titik koordinat pembangunan jaringan telekomunikasi ke depan.
Kepala Dinas Kominfo OKI, Adi Yanto, mengakui masih banyak titik di wilayahnya yang terisolasi dari jaringan seluler. Kondisi ini, menurut dia, menghambat pelayanan publik dan denyut ekonomi digital masyarakat desa.
“Pendataan titik blank spot menjadi dasar krusial bagi langkah pembangunan ke depan,” ujar Adi.
Meski Diskominfo menyatakan telah menghimpun data dari tiap kecamatan sejak November lalu, pemerintah daerah belum memaparkan rincian jumlah desa, lokasi spesifik, maupun metode verifikasi data tersebut kepada publik. Ketiadaan transparansi data ini menyulitkan pemantauan efektivitas program di lapangan.
Di sisi lain, Pemkab OKI mengklaim telah membebaskan lima desa dari status blank spot sepanjang 2025 melalui skema “Internet Gotong Royong”. Program ini mengandalkan kolaborasi di mana pemerintah desa membangun infrastruktur pasif, sementara operator menyediakan jaringan.
“Tahun lalu ada lima desa yang tuntas. Tahun ini kami harap kerja sama diperkuat untuk menjangkau desa lain. Datanya sudah kami siapkan,” kata Adi.
Namun, ia tidak merinci indikator keberhasilan pengentasan tersebut, baik dari sisi stabilitas sinyal maupun pemanfaatannya di fasilitas dasar seperti kesehatan dan pendidikan.
Hingga saat ini, baik Pemkab OKI maupun Telkomsel belum mengungkap target pasti jumlah wilayah yang akan dientaskan pada 2026. Ketidakjelasan ini memicu pertanyaan mengenai posisi OKI dalam peta jalan nasional yang menargetkan Indonesia bebas blank spot pada 2029.
Dari pihak operator, Manager Network Operation and Productivity Telkomsel Palembang, Riki Irawan, menyatakan komitmennya memperluas jangkauan. Ia mencatat, sepanjang tahun lalu pihaknya telah membangun 17 titik jaringan reguler di OKI.
Ia menambahkan, perangkat penerima sinyal yang lama akan direlokasi ke wilayah lain yang masih nihil akses internet.
“Tahun depan kami akan melanjutkan pembangunan jaringan reguler dan peningkatan status BTS mobile menjadi permanen,” tandasnya.














