MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Tiga hari menghilang, akhirnya Yahya Romadhon (27) ditemukan tewas, di Masjid Nurul Huda, Desa Sumber, Kecamatan Pulau Rimau, Banyuasin, Sumsel. Dari tubuh korban banyak terdapat luka lebam, luka tusuk dan luka robek, diduga menjadi korban pengeroyokan, Jumat (13/2/2026).
“Korban itu adik kandung kami. Kondisi kesehatannya terganggu, karena depresi berat. Korban rutin berobat RS Ar Rasyid sejak tahun 2023 lalu,” jelas kakak korban, Ginanjar (49), Saat diwawancarai wartawan.
.
Dijelaskan Ginanjar, korban pergi dari rumah, tepatnya Senin (9/2/2026) siang.
“Adik kami itu tidak menggangu, meskipun kondisi kesehatannya tidak terganggu. Dia masih tahu kalau disuruh beli ke warung, setelah itu pulang. Memang sampai saat ini rutin minum obat,” ujarnya.
Selama dia tidak pulang, lanjut Ginanjar, pihaknya mencoba mencari tahu keberadaan korban dari orang-orang terdekat dan rekanan yang lain.
“Nah, kami tahu dari teman kami, adik kami berada di kawasan Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin. Kami sempat minta tolong dicarikan keberadaan korban, karena informasinya berada di sana. Tak lama berselang, teman saya kirim foto dan ternyata benar itu adik saya sudah meninggal dunia,” terangnya.
Secepat itu, tambah Ginanjar, lokasi keberadaan korban di Masjid Nurul Huda di Desa Sumber, Kecamatan Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin, Kamis (12/2/2026) dini hari.
“Sampai di lokasi, adik saya sudah berada di dalam keranda mayat. Masih menggunakan baby penuh lumpur dan basah. Kerandanya ditutupi dengan banner warna putih dan dijaga dua orang pria,” tegas Ginanjar.
Ginanjar menjelaskan, setiba di rumah dirinya langsung membersihkan tubuh korban dan barulah mendapatkan bahwa tubuh Yahya Romadhon dipenuhi luka lebam dan lecet.
“Benjol di kepala bagian belakang, perut dan punggung lebam, luka lecet di paha, siku kiri patah dan ada luka bolong di betis kanan. Meninggalnya sudah tidak wajar Pak, kami menduga ada kekerasan yang dialami korban,” ungkapnya.
Oleh karena itulah, Ginanjar rencananya akan membuat laporan polisi di Polda Sumsel terkait kematian adiknya yang tidak wajar.
“Kami akan membuat laporan polisi, karena meninggalnya tidak wajar,” pungkasnya.














