BeritaBERITA TERKININUSANTARA

Pasokan Tersendat, BBM Langka, Warga Kapuas Hulu Desak Pemerintah dan APH Bertindak

×

Pasokan Tersendat, BBM Langka, Warga Kapuas Hulu Desak Pemerintah dan APH Bertindak

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Kabupaten Kapuas Hulu mengalami keterlambatan dalam beberapa waktu terakhir.

Kondisi tersebut berdampak pada kelangkaan BBM di sejumlah SPBU, bahkan harga di tingkat pengecer di Putussibau, ibu kota Kabupaten Kapuas Hulu, dilaporkan menembus Rp17.000 per liter. Selasa (17/2/2026)

Kelangkaan ini memicu keresahan masyarakat. Warga mengaku kesulitan mendapatkan BBM, terutama untuk kebutuhan transportasi dan aktivitas sehari-hari.

Tidak sedikit masyarakat yang harus antre panjang di SPBU, sementara sebagian lainnya terpaksa membeli di tingkat pengecer dengan harga yang jauh lebih tinggi dari harga resmi.

Masyarakat pun mendesak pemerintah daerah bersama Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera turun tangan mengatasi persoalan tersebut.

Selain memastikan pasokan kembali normal, warga juga meminta adanya pengawasan terhadap praktik pembelian dalam jumlah besar yang diduga untuk dijual kembali dengan harga tinggi.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Bagian Perekonomian, Administrasi Pembangunan dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kabupaten Kapuas Hulu, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa keterlambatan pasokan terjadi karena faktor distribusi.

“Seperti biasa, kondisi kemarau turut mempengaruhi distribusi. Saat ini pengambilan BBM oleh SPBU langsung ke Pontianak karena jobber Pertamina di Sanggau sudah tutup dan tidak beroperasi lagi. Sehingga pasokan BBM ke Kapuas Hulu mengalami keterlambatan,” ujar Budi saat dikonfirmasi Mattanews.co. Selasa (17/2/2026)

Ia menambahkan, akibat keterlambatan tersebut, sebagian besar SPBU di Kapuas Hulu hanya buka rata-rata dua hari sekali, tergantung pada kedatangan BBM yang diangkut dari Pontianak.

Untuk mengantisipasi kelangkaan dan lonjakan harga ditingkat pengecer, Budi menilai peran APH sangat penting dalam melakukan penertiban terhadap pembeli yang membeli BBM dalam jumlah besar untuk dijual kembali.

Pemerintah daerah berharap distribusi BBM dapat segera kembali normal sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dan harga di pasaran kembali stabil. (*)