BERITA TERKINIEKONOMI & BISNISHEADLINE

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Kelola 294,89 Ton Sampah per Tahun, Dorong Ekonomi Sirkular Masyarakat

×

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Kelola 294,89 Ton Sampah per Tahun, Dorong Ekonomi Sirkular Masyarakat

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Sebagai wujud komitmen terhadap pengelolaan lingkungan berkelanjutan, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) terus menggerakkan program pengelolaan sampah organik dan anorganik di lima provinsi. Bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional, perusahaan menegaskan bahwa gerakan ini tidak hanya berfokus pada pengurangan timbulan sampah, tetapi juga mendorong pemanfaatannya menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat.

Program ini telah berjalan di Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Lampung, dan Bangka Belitung. Melalui kolaborasi dengan kelompok masyarakat dan pemerintah daerah, gerakan peduli sampah berhasil mengelola total 294,89 ton sampah per tahun, terdiri dari 261,5 ton sampah organik dan 33,39 ton sampah anorganik.

Program pengelolaan sampah organik dilakukan melalui kolaborasi dengan kelompok masyarakat Apartemen Maggot 21, KSM Sahabat Farm, Ugreen Plast, dan Bina Mandiri di wilayah Sumatera Selatan, Jambi, dan Bangka. Sampah organik yang berhasil dikelola mencapai 261,5 ton per tahun dan dikonversi menjadi maggot sebagai pakan ternak.

Didik Sugianto, Ketua Kelompok Sahabat Farm Bangka yang menjadi penggerak program PELIKAS (Penggerak Lingkungan Kelola Sampah), berhasil mengelola sampah organik menjadi maggot sebesar 91,25 ton per tahun. Baginya, sampah kini telah menjadi salah satu sumber pendapatan baru bagi warga.

“Bagi kami, sampah bukan lagi menjadi masalah, tapi ini peluang untuk mendukung ekonomi keluarga warga. Sampah yang dulu dibuang begitu saja, sekarang malah jadi berkah,” ujar Didik.

Selain sampah organik, gerakan peduli sampah juga menyasar pengelolaan sampah anorganik sebanyak 33,39 ton per tahun. Melalui kolaborasi dengan Kelompok Kabarti dan TPS3R Sumber Jaya di wilayah Lampung dan Bengkulu, sampah plastik diolah menjadi cacahan plastik dan ecobrick yang memiliki nilai jual.

Melalui gerakan ini, seluruh kelompok mampu menambah pendapatan dengan total Rp4.428.174 per bulan atau sekitar Rp53.138.008 per tahun. Angka ini membuktikan bahwa gerakan peduli sampah tidak hanya berkontribusi pada kelestarian lingkungan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.

Area Manager Communication, Relations & CSR Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menyampaikan bahwa gerakan peduli sampah menjadi salah satu fokus utama program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.

“Program ini mendorong masyarakat lebih peduli terhadap pengelolaan sampah rumah tangga dan lingkungan. Kami ingin menunjukkan bahwa sampah memiliki nilai manfaat, tidak hanya mengurangi beban lingkungan tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” ujar Rusminto.

Gerakan peduli sampah Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel selaras dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui pengelolaan limbah berbasis ekonomi sirkular, serta mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), Tujuan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).