MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Universitas Kader Bangsa (UKB) Palembang bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumatera Selatan menggelar agenda silaturahmi, audiensi, sekaligus membahas rencana penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA). Pertemuan ini berlangsung pada hari Selasa, 24 Februari 2026 di Kantor BKKBN Sumsel dengan tujuan memperkuat kolaborasi dalam program “Perguruan Tinggi Peduli Kependudukan” yang digagas BKKBN.
Hadir dalam acara tersebut, Rektor UKB, Dr dr Fika Minata Wathan, MKes, Wakil Rektor 3 UKB, Dr Ilham Djaya, SH,MH, MPd, Humas UKB, Medy Purwanto, SKM,M.Kes, Ka BAAK, Erma Puspita Sari, SST, M.Kes. Dari jajaran BKKBN Provinsi Sumsel hadir Kepala BKKBN Provinsi Sumsel, dr. Arios Saplis. Kemudian dr. Fahrina (Sekretaris), Minarti, SE (Ketua Tim Kerja KBKR), Yuniarti, SE (Ketua Tim Kerja Pengendalian Penduduk), Evi Silviani, S.Kom., MM (Ketua Tim Kerja KSPK), Erlita Aisyah, SKM (Ketua Tim Kerja PPSM)
Dalam audiensi, BKKBN Sumsel memaparkan sejumlah program unggulan yang akan menjadi fokus kerja sama dengan UKB, antara lain, Program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) dengan mengajak perguruan tinggi untuk berperan aktif dalam pencegahan stunting melalui pendampingan keluarga dan edukasi gizi. Program TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak) yakni mendorong terciptanya lingkungan ramah anak dengan dukungan akademisi dan mahasiswa. Program SIDAYA (Lansia Berdaya) yakni dengan memberdayakan kelompok lanjut usia agar tetap produktif dan sehat. Program GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia) untuk menguatkan peran ayah dalam keluarga sebagai teladan bagi anak-anak. Dan Program PIK Remaja (Pusat Informasi dan Konseling Remaja) untuk menyediakan ruang edukasi dan konseling bagi remaja terkait kesehatan reproduksi, perencanaan masa depan, serta pencegahan perilaku berisiko.
Selain itu, BKKBN juga memperkenalkan Platform Digital Ai-Superapps, sebuah inovasi teknologi yang mencakup:ADPIN ( Advokasi, KIE, dan pergerakan masyarakat). KBKR (Pelayanan KB dan kesehatan reproduksi). Dalduk (Pendataan dan analisis kependudukan). KSPK (Ketahanan keluarga dan pencegahan stunting). Latbang (Pelatihan dan pengembangan) kompetensi.
Platform ini diharapkan menjadi sarana integrasi data, advokasi, serta layanan digital yang dapat dimanfaatkan oleh perguruan tinggi dalam penelitian dan pengabdian masyarakat.
Rektor UKB, Dr dr Fika Minata Wathan, M.Kes menyampaikan bahwa kampus siap menjadi mitra strategis BKKBN. UKB memiliki sumber daya akademik, mahasiswa, serta jaringan penelitian yang dapat mendukung program-program kependudukan. Melalui MoU dan MoA, UKB nantinya berkomitmen untuk mengintegrasikan isu kependudukan dalam kurikulum dan kegiatan akademik dan lain sebagainya.
Sementara itu, Kepala BKKBN Sumsel, dr. Arios Saplis, menambahkan bahwa kerja sama dengan perguruan tinggi merupakan langkah strategis. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam memberikan edukasi berbasis ilmiah kepada masyarakat. “Kami berharap UKB dapat menjadi motor penggerak dalam menyebarkan informasi dan praktik baik terkait kependudukan dan pembangunan keluarga,” ujarnya.
Sekretaris BKKBN, dr. Fahrina, menambahkan bahwa sinergi ini akan memperkuat program nasional, khususnya dalam menurunkan angka stunting dan meningkatkan kualitas keluarga di Sumatera Selatan.
Agenda ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam membangun sinergi antara dunia akademik dan lembaga pemerintah. Dengan semangat kolaborasi, kedua pihak berkomitmen menghadirkan program-program inovatif yang berdampak langsung bagi masyarakat. Kerja sama ini bukan hanya sekadar formalitas, tetapi sebuah langkah nyata menuju terwujudnya keluarga berkualitas, masyarakat sehat, dan generasi unggul di Sumatera Selatan.(*)














