MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Suasana duka mendalam menyelimuti prosesi pemakaman mantan Gubernur Sumatera Selatan, H. Alex Noerdin, di Pemakaman Kebun Bunga, Palembang, Kamis (26/2/2026). Sejumlah tokoh penting hadir memberikan penghormatan terakhir, termasuk mantan Rektor Universitas Sriwijaya (Unsri) dua periode, Prof. Dr. Ir. H. Anis Saggaff, MSCE, IPU., ASEAN.Eng.
Pionir Pendidikan dan Kesehatan
Ditemui usai prosesi pemakaman, Prof. Anis Saggaff mengenang almarhum sebagai sosok pemimpin visioner yang memberikan perhatian luar biasa terhadap dunia pendidikan dan kesehatan. Menurutnya, kontribusi almarhum terhadap kemajuan akademis di Sumsel sangat nyata.
“Beliau adalah sosok yang sangat memperhatikan pendidikan dan kesehatan. Banyak sekali bantuan yang diberikan kepada Unsri, salah satunya untuk Fakultas Kedokteran Pascasarjana serta pembangunan tahap pertama Rumah Sakit Siti Fatimah,” ujar Prof. Anis.
Ia juga menambahkan bahwa menjadi pemimpin sekaliber Alex Noerdin tidaklah mudah.
“Mungkin sebagai manusia beliau ada salahnya. Tapi yakinlah, untuk menjadi seorang pemimpin seperti beliau sungguh sangat sulit. Kadang kita sudah berlaku adil, tapi masih saja dianggap salah,” tambahnya.
Pemimpin yang Dekat dengan Rakyat
Selain kebijakan besar, Prof. Anis juga terkesan dengan keramahtamahan almarhum. Ia menceritakan pengalamannya mendampingi almarhum dalam berbagai kunjungan kerja di mana Alex Noerdin selalu menyapa masyarakat tanpa sekat.
“Setiap berkunjung beliau selalu menyapa masyarakat. Saya pernah beberapa kali ikut, bahkan ibu-ibu pun selalu disapa oleh beliau. Tidak ada masyarakat Sumsel yang tidak sedih mendengar berita kepulangan beliau,” ungkapnya.
Sosok Inspiratif bagi Junior
Senada dengan Prof. Anis, Bupati Banyuasin Askolani yang turut hadir di lokasi pemakaman menyebut Alex Noerdin sebagai figur inspiratif. Baginya, kemajuan Palembang dan Sumatera Selatan saat ini tidak lepas dari tangan dingin almarhum.
“Bapak Alex Noerdin merupakan sosok inspiratif. Banyak kemajuan yang beliau buat untuk Palembang dan Sumsel. Saya pribadi merasakan kehilangan sosok yang sangat baik dan bersahabat,” pungkas Askolani.
Kepergian H. Alex Noerdin meninggalkan warisan pembangunan yang signifikan bagi Bumi Sriwijaya. Kini, masyarakat melepas sang “Bapak Pembangunan Sumsel” menuju peristirahatan terakhirnya dengan iringan doa.














